![]() |
| Lokasi desa Pungkat dilihat dari Google Map |
Padahal, Sabtu ( /8/14) lalu, tim Pemkab sudah meluncur ke lokasi, sayangnya tim yang dipimpin Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam hanya 'singgah' dan bertemu pihak Upika dan Kades Pungkat di Kelurahan Lahang, Kecamatan Gaung.
"Kami mempertanyakan kenapa tim Pemkab Inhil yang dipimpin Asisten I Darussalam tidak sampai di Desa Pungkat untuk melihat kondisi riil warganya disana. Mereka hanya sampai di Kelurahan Lahang," sesal juru bicara Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Tengku Suhandri kepada riauterkinicom, Ahad (10/8/14).
Seharusnya, tim ini harus melihat langsung kondisi masyarakat yang sedang resah dan mendengarkan aspirasi dan keluhan serta melihat fakta sebenarnya kejadian di lapangan imbas penggrebekan personil kepolisian beberapa waktu lalu.
"Bagaimana Pemkab Inhil dapat secara utuh persoalan ini, kalau mereka tidak mendengarkan dan melihat langsung keluhan masyarakat. Mereka hanya mendengarkan keterangan sepihak dari pihak Upika dan Kades," sebut Comel.
Sedangkan Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam mengakui tim yang dipimpinnya memang tidak sampai ke Desa Pungkat, hanya sampai di Kelurahan Lahang bertemu pihak Upika Gaung dan Kades Pungkat.
"Kan tidak perlu kami harus sampai di Pungkat, kami di Lahang sudah bertemu dengan pihak terkait, termasuk Kades Pungkat," jawabnya. Ia tidak memberikan jawaban tegas alasan sebenarnya tidak ke Pungkat dan melihat warganya yang resah.
Disebutkan lagi, saat ini kan di Desa Pungkat masih ada pihak kepolisian, maka pihaknya tidak ingin terjadi 'sesuatu'.
Untuk diketahui, justru tim kuasa hukum, Masyarakat Peduli Inhil (MPI) dan wartawan yang hanya sampai ke Desa Pungkat, Sabtu (9/8/14) lalu dan disambut isak tangis dan curhat warga, khususnya kaum ibu. (*)
Source: Riauterkini.com
