![]() |
| Surat suara dibakar/Sarwan |
INHILKLIK.COM, Pekanbaru - Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau, dibatalkan. Pasalnya dalam Pemira ini sangat tidak adil sekali, dalam pemilihan ini memasukkan mahasiswa luar kampus UIN, yang mencoba untuk mencoblos salah satu calon.
Salah satu calon nomer urut 1, team Raja dan Juhri (RAJU) langsung membatalkan pemira tersebut. Dan meminta Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) Fakultas Syariah untuk membatalkan pemira tersebut. Pasalnya ada indikasi kecurangan dalam pemira tersebut.
“Saya melihat disini banyak sekali yang bermain, seperti HMI, Fkamassa. dan Mahasiswa di luar Fakultas Syari’ah pun ikut mencoblos, seperti UR dan selain fakultas Syariah. Makanya kita mendesak agar KPRM dapat membatalkan Pemira ini.” Kata Juhri Pandawa, kepada Inhil Klik, Rabu (4/6).
Lebih lanjut di katakana Juhri Pandawa, KPRM harus tegas dalam menyikapi perpolitikan di kampus ini. Dan salah satu dari kandidat yang ikut pemira fakultas syari’ah ini harus ada yang di diskualifikasi.
“Kita minta surat suara yang terindikasi permainan politik ini dibakar. Dan kita juga menuntut agar KPRM dapat tegas dengan persoalan ini, apalagi persoalan ini jelas ada kecurangannya makanya harus ada yang didiskulifikasikan salah satu calon yang ikut dalam pemira ini.” Pinta Juhri Pandawa, dari Nomer Urut 1.
Kecurangan-kecurangan pemira fasih tahun ini banyak sekali terdapat kecurangan, dan semua itu sudah terbukti dengan adanya oknum yang telah tertangkap tangan oleh saksi dari kandidat nomer urut 2. Dan ada lagi Beberapa team sukses yang secara nyata melakukan pemaksaan terhadap para mahasiswa untuk mencontreng salah satu kandidat, yang mana itu dilakukan dekat tempat pencoblosan berlangsung.
“Ya baru-baru ini saya dengar ada juga mahasiswa dari fakultas lain ikut mencoblos dan itu baru diketahui setelah pemira hampir selesai. Ini adalah kecurangan yang sangat urgen sekali dan ditambah lagi KPUM yang melakukan istirahat. Secara sepihak dikarenakan kehabisan kotak suara Sehingga mengakibatkan banyaknya mahasiswa yang golput, padahal tahun ini banyak sekali antusias mahasiswa untuk memilih langsung gubernur dan wakil gubernur mereka.” Terang Aktivis Fasih tersebut. (Sar)
