Kanal

Amerika Serikat Putuskan Tidak Dukung Jokowi?

Capres Joko Widodo (Jokowi)/Tempo.co
INHILKLIK.COM - Pernyataan Amerika Serikat (AS) melalui Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert O. Blake yang menyebutkan bahwa pihaknya tidak akan menghambat pencapresan Prabowo Subianto memupuskan harapan Joko Widodo untuk mendapat dukungan dari negara adi daya itu.

Santer beredar kabar bahwa AS melalui kegiatan intelijennya mengetahui bahwa Jokowi akan tersandung kasus korupsi TransJakarta.

"Saya kira intelijen Amerika juga sudah punya pemetaan, proyeksi kemenangan yang sangat akurat sehingga saat ini, Amerika mengambil sikap ke tengah di antara kedua poros ini," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio seperti dilansir rmol.co.id, Rabu  (4/6).

Dan seperti biasa, pihak negeri Paman Sam itu tidak akan mendukung pasangan capres dan cawapres yang dinilai tidak menguntungkan untuk kebijakan politik maupun ekonomi mereka.

"Sikap Amerika yang berubah itu memang karakter politik luar negeri Amerika yang oportunis dan pragmatis. Amerika bersikap netral sekarang karena melihat dua kubu semakin imbang. Trend elektabilitas Jokowi-JK turun dan Prabowo-Hatta naik mendapatkan perhatian dari Amerika," papar Agung.

Agung bahkan menilai AS telah memutuskan untuk tidak mendukung pasangan capres dan cawapres yang didukung oleh PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI itu.

"Ya benar sekali. Tepatnya jika dilihat dari persepsi publik dimana sebelumnya tampak Amerika dukung Jokowi sekarang Amerika balik ke tengah bersikap netral dengan menerima siapapun capres yang terpilih," tegasnya. | RMOL
Ikuti Terus InhilKlik

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER