Hal itu diakui kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Zulher , pada Rabu (28/5/2014).
Riau mengikuti Investment Promotion And Business Meeting untuk memaparkan berbagai potensi perkebunan Riau yang bisa dijual, terutama hilirisasi CPO, agar bisa dilirik para Pengusaha di Negara tersebut.
"Industri hilirisasi dibutuhkan, karena sumber bahan baku produk perkebunan terutama kelapa sawit karet dan sagu berlimpah, sehingga bisa menghasilkan potensi energi listrik terbarukan menggunakan limbah cair dan padat produk perkebunan," katanya.
Zulher mengatakan investor asal Finlandia, Belgia dan Jerman berencana berkunjung ke Riau melakukan survei ke Kawasan Perkebunan Sawit. "Masih kita tunggu, agar kita tunjukkan potensi yang ada itu," katanya. | rri.co.id