Kanal

Temuan Krustasea Baru di Dasar Antartika

Penguin tersebut berlari menghindari Singa Laut yang akan memangsanya di Antartika. dailymail.co.uk
INHILKLIK.COM, Jakarta - Para peneliti Inggris yang menggunakan wahana khusus untuk mengeksplorasi dasar laut secara tidak sengaja menemukan spesies baru yang tampak seperti krustasea. Wahana itu merekam ribuan binatang mirip kutu pohon mengerubungi tulang-belulang paus minke di dasar perairan selatan di sekitar Antartika.

Binatang-binatang itu tampaknya hidup dengan mengandalkan tulang-belulang paus sebagai sarang. "Mereka betul-betul menyelimuti tulang-belulang paus itu, ada sekitar 500-6.000 spesimen dalam satu meter persegi," kata Katrin Linse, peneliti dan pemimpin riset dari British Antarctic Survey, seperti ditulis Livescience, 23 April 2014.

Menggunakan lengan robot yang dimiliki wahana bahwa laut, para peneliti mengangkat sebagian tulang paus itu ke atas kapal RSS James Cooksaw. Tes genetik menunjukkan binatang dengan panjang tubuh sekitar 3,7 milimeter itu merupakan spesies baru. Spesies itu berkerabat dekat dengan krustasea yang hidup di perairan dangkal Laut Utara di sebelah timur Laut Eropa. Krustasea baru Antartika itu dinamakan Jaera tyleri.

Awalnya para peneliti hanya mencari sumber hidrotermal yang melontarkan air panas kaya mineral dari dasar lautan sebelum mereka menemukan ribuan J. tyleri merayap di atas kerangka paus. Sangat jarang bisa menemukan sisa-sisa tubuh paus yang dikenal sebagai puing paus di dasar laut. "Sulit sekali menemukan puing paus di sana. Itu seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami," kata Linse. Peneliti menelusuri dasar laut untuk mencari habitat J. tyleri yang lain. Namun, spesies itu ternyata hanya ditemukan hidup di tulang paus.

Linse mengatakan penemuan puing paus itu merupakan kesempatan besar bagi peneliti untuk memeriksa kondisi ekologi dari habitat unik itu, termasuk spesies apa saja yang berdiam di sana. Ini bukan temuan puing paus minke pertama di Antartika. Mei tahun lalu peneliti mengidentifikasi puing paus minke di dasar laut Antartika. Puing paus itu dipenuhi beragam spesies mulai dari siput laut, isopoda, hingga cacing. | tempo
Ikuti Terus InhilKlik

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER