Kanal

Gara-gara Kabut Asap, Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan Alami Inflasi Terburuk

Ilustrasi/Net
INHILKLIK.COM, Pekanbaru - Pada Maret 2014, Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan mengalami inflasi 0,15 persen. Bahkan inflasi yang terjadi dua kali lipat dari inflasi nasional yang hanya 0,08 persen.

Penyebab inflasi di provinsi Riau ini adalah kabut asap yang terjadi sepanjang Maret. Sebab biaya pengobatan meningkat, akbiat banyak orang berobat. 

Termasuk juga meningkatnya harga susu untuk Balita dalam rangka mengantisipasi tidak terinfeksi ISPA. Tak itu saja kondisi ini diperparah oleh kenaikan harga sejumlah barang. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Mawardi Arsyad mengatakan, pelaksanaan Pemilu juga mendongkrak tingginya inflasi, akibat meningkatnya permintaan terhadap makanan jadi, rokok dan tembakau. Padahal harga bahan baku mengalami penurunan.

Di Indonesia hanya tiga ibukota provinsi yang mengalami inflasi, yakni Pekanbaru, Tanjung Pinang dan Jambi. Sedangkan sisanya mengalami deflasi.

"Khusus kota Pekanbaru dan Jambi, pengaruh asap sangat dominan dibandingakan kelompok penyebab lainnya. Sementara kota Tanjung Pinang disebabkan kota tersebut merupakan konsumen murni," terangnya Mawardi Arsyad.

Lebih lanjut Mawardi Arsyad menjelaskan, dari 23 kota di Sumatera yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), 7 kota mengalami inflasi dan 17 kota deflasi.

"Tertinggi terjadi di Pematang Siantara 0,59 persen, Dumai 0,24 persen dan Jambi 0,22 persen. Termasuk juga Pekanbaru dan Tanjung pinang masing-masing 0,15 persen," ujarnya. 

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di kota Pangkal Pinang 1,76 persen, Tanjung Pandan 1,76 persen dan Metro 1,02 persen. (*)


Source: politikriau.com
Ikuti Terus InhilKlik

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER