![]() |
| Ilustrasi |
"Pukulan terhadap perekonomian Malaysia bisa menjadi cukup besar (karena peristiwa hilangnya MH370)," kata analis Moodys Analytics, Matthew Circosta, seperti dilansir dari CNBC, Rabu (2/4/2014).
Pasalnya, data Travel dan Tourism Council mencatat total kontribusi pariwisata untuk perekonomian Malaysia hampir 16 persen dari produk domestik bruto (PDB). Selain itu, sektor ini juga telah menyerap 14 persen tenaga kerja pada 2012.
Dia mengatakan, saat ini sudah banyak wisatawan yang mengucilkan negara ini, terutama karena penanganan pesawat yang hilang banyak dikritik China. Circosta menjelaskan, sejumlah agen perjalanan ke China telah berhenti menjual tiket penerbangan ke Malaysia.
Ekonom Capital Economics, Krystal Tan, mengatakan wisatawan China merupakan pendorong utama pertumbuhan industri pariwisata Malaysia. Kedatangan mereka di Malaysia telah meningkat rata-rata 16,7 persen dari tahun ke tahun (yoy) selama tiga tahun terakhir, dibandingkan dengan pertumbuhan total kedatangan yang hanya rata-rata 1,5 persen.
Di tengah pencarian pesawat yang hilang ini, Malaysia telah berhenti mempromosikan Visit Malaysia Year. Tapi hampir 200 acara yang berkaitan dengan kampanye tersebut berjalan seperti yang direncanakan.
Sebelumnya promosi Visit Malaysia Year pada dan 1990, 1994, dan 2007 telah mendorong kedatangan wisatawan sebesar 54 persen, 11 persen, 19 persen, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan rata-rata majemuk jangka panjang dari 8 persen.
Sekadar informasi, pada 8 Maret, penerbangan dari Malaysia ke Beijing menghilang secara misterius dari layar radar, kurang dari satu jam setelah berangkat dari Kuala Lumpur, dengan beberapa petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Upaya pencarian sedang berlangsung di Samudera Hindia dimana penerbangan secara luas diyakini telah berakhir. Sekitar dua per tiga dari penumpang pada penerbangan yang hilang tersebut, adalah warga negara China. | okezone
