![]() |
| andan buah segar (TBS) yang baru dipanen dikumpulkan di tepi jalan untuk mempermudah membawanya ke PKS di wilayah Kampar, baru-baru ini. Foto: SOLEH SAPUTRA/RIAU POS |
‘’Harga buah sawit yang terus meningkat seperti ini justru membuat kami para petani sawit semakin senang. Dampaknya kami bisa memenuhi kebutuhan hidup secara maksimal,’’ ungkap Sarif petani sawit setempat.
Harga sawit yang demikian, kata Sarif, sangat menguntungkan petani. Pasalnya secara bertahap kesejahteraan petani semakin membaik. Maka itu ia berharap harga sawit terus mengalami kenaikan sampai level teratas.
‘’Setahu kami apabila petani sejahtera, maka roda perekonomian akan semakin maju. Sebab, sebagian besar masyarakat di sini bermatapencarian sebagai petani,’’ paparnya.
Dino, petani Kecamatan Tempuling. Ia sedang berpikir keras bagai mana bisa memperluas areal perkebunan sawitnya. Meski saat ini ia memiliki sekitar 2 hektare, namun tidak menutup kemungkinan jumlah itu akan bertambah.
Kapan perlu ia akan berusaha mencari modal melalui pihak perbankan, agar bisa menambah luas kebun. ‘’Saya dan keluarga sudah sepakat akan mencari jalan keluar agar bisa memperluas kebun sawit. Karena kami sudah merasakan dampak langsung dari kenaikan harga,’’ pungkasnya.
Selain itu, para petani sawit ini juga menginginkan agar mereka bisa mendapatkan pupuk murah. (*)
Source: riaupos.co
