Kanal

BPPT Sudah Tabur 86,9 Ton Garam Di Riau

Ilustrasi/Net
INHILKLIK.COM, Pekanbaru — Badan Pengkajian dan Pene­rapan Teknologi (BPPT) dalam dua bulan terakhir telah mena­bur sebanyak 86,9 ton garam untuk penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hujan buatan di Provinsi Riau.

“Sampai dengan hari ini, upaya itu masih terus dilakukan,” kata Kepala Bidang Data Badan Nasional Penang­gulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, di Pekanbaru, Jumat.

Data Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kabut Asap menyebutkan, penyemaian hujan buatan dilakukan dengan menggunakan dua pesawat, yakni Ppesawat Herkules dan Cassa.

Untuk Pesawat Herkules penaburan garam tercatat telah dilakukan sejak 14 Maret dan berlanjut hingga 27 Maret 2014.

Total garam yang ditabur sudah mencapai 64 ton dengan 15 kali sorti bermuatan 4 sampai 10 ton per sorti.

Sementara itu, untuk Pesawat Cassa dicatat telah melakukan upaya penye­maian sejak pekan pertama Maret 2014.

Pesawat ini melakukan penaburan garam dengan 23 kali terbang dan total garam yang telah ditabur ada sebanyak 22,9 ton.

Satgas mengklaim upaya penyemaian ini telah berulang kali menghasilkan hujan di sejumlah wilayah kabupaten/kota.Data tersebut mencatat, penyemaian dilakukan pada kawasan terdapat awan dengan pertumbuhan paling baik hingga diharapkan mampu memadamkan titik-titik kebakaran lahan di Riau.

Meningkat
Polusi asap kebakaran di enam daerah di Provinsi Riau mulai memburuk kembali seiring dengan bertambahnya jumlah titik panas (hotspot) yang menjadi indikasi kebakaran lahan dan hutan.

Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Asap Riau, di Pekanbaru, Kamis, indeks pencemaran udara menunjukan status “Tidak Sehat” di alat pemantau di daerah Petapahan yang mencapai angka 104 Psi (pollutant standard index), Duri Camp (108), dan Libo (113). Makin tinggi angka indeks pencemaran udara, maka tingkat polusi makin berbahaya khususnya dari kandungan partikel debu yang terkandung di asap atau PM10.

Polusi asap menunjukan level “Sangat Tidak Sehat” terdeteksi di daerah Duri Field (214) dan Siak (269). Bahkan, polusi asap mencapai level “Berbahaya” di daerah Bangko Kabupaten Rokan Hilir karena indeks pencemaran udara mencapai angka 344 Psi.

Selain itu, kualitas udara yang sebelumnya membaik juga mulai ke status “Sedang”, seperti yang terjadi daerah Minas, Kandis, Pekanbaru, Rumbai dan Dumai.

“Kualitas udara menurun di beberapa tempat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan singkat kepada Antara di Pekanbaru.

Sementara itu, jumlah titik panas (Hotspot) akibat pembakaran lahan dan hutan di Riau terus meningkat. Jika pada Rabu (26/3) hotspot dari satelit NOAA hanya 68 titik, pada Kamis petang tercatat jumlahnya meningkat menjadi 173 titik. Hotspot terkonsentrasi di daerah gambut di Bengkalis (33), Pelalawan (29), Dumai (22), Rohil (22), Siak (20), Inhu (16), Inhil (11), Kuansing 7, Kampar 6, Meranti 6 dan Rohul 1.

Sedangkan dari satelit Modis ada 219 titik yaitu Bengkalis 105, Rohil 24, Dumai 18, Meranti 18, Inhil 18, Pelalawan 17, Siak 12 dan Inhu 7.

Menurut dia, adanya peningkatan dan sebaran hotspot tersebut disebabkan dua hal, yaitu karena api lama tumbuh besar lagi yang berasal dari gambut. Api yang membara di bagian bawah gambut membakar bagian permukaan, bahkan ada yang muncul di lahan berjarak 1-2 km dari bagian bawah yang terbakar.

“Yang kedua memang dibakar lagi. Pembakaran masih dilakukan oleh individu maupun kelompok, baik di lahan maupun di hutan. Dengan kondisi yang kering dan bergambut maka mudah sekali terbakar,” katanya.

Untuk mengatasi itu, Sutopo menga­takan Kepala BNPB Syamsul Maarif selaku Dansatops Pengendalian Api dan Asap memerintahkan operasi diinten­sifikan. Patroli malam dilakukan TNI di lokasi-lokasi rawan kebakaran agar tidak dibakar lagi.

“Sebanyak 2.856 personil Satgas darat masih memadamkan titik api. TNI Zipur dan Armed dipindahkan ke Dumai untuk memadamkan titik api baru dan dua titik api dan 20 titik asap berhasil dipadamkan,” ujarnya.

Sementara itu, Manggala Agni Kementerian Kehutanan berhasil memadamkan api di lahan sekitar 30 hektare (ha) dan titik asap 25,5 ha di kebun kelapa sawit di Kabupaten Siak. Helicopter melakukan water bombing 284 kali, proses modifikasi cuaca menyemai awan dengan lima ton dengan pesawat Hercules dan Cassa membuat hujan turun di Rokan Hulu dan bagian selatan Riau. | harianhaluan
Ikuti Terus InhilKlik

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER