Tembilahan (Inhilklik) - Ombudsman RI Perwakilan Riau mengharapkan laporan masyarakat Inhil atas dugaan adanya manipulasi data honorer K II yang kelulusannya 'bermasalah'. "Kalau ada manipulasi data (honorer K II) di Inhil tolong dilaporkan ke kita (Ombudsman) ya bang," ungkap Asisten Bidang Penanganan Laporan Ombudsman Riau Bambang Pratama kepada wartawan, Ahad (9/3/14).
Tambah Bambang, sampai saat ini baru ada laporan yang masuk mengenai dugaan manipulasi data honorer K II dari Kota Pekanbaru, sedangkan kabupaten/ kota lainnya di Riau belum ada yang menyampaikannya kepada pihak Ombudsman RI Perwakilan Riau.
Sebagai catatan, beberapa waktu lalu, Masyarakat Peduli Indragiri Hilir (MPI) menemukan bukti adanya dugaan tindak pidana pemalsuan dan manipulasi data honorer K II yang lulus.
Bahkan, temuan ini telah dilaporkan secara tertulis kepada Kapolres Inhil dan disampaikan juga kepada Bupati Inhil dan Kapolda Riau. Mereka minta permasalahan inI ditindaklanjuti dan diusut sampai tuntas para pelakunya, karena ini sudah masuk ranah pidan pemalsuan dokumen serta merugikan negara.
"Kami minta pihak kepolisian dan Bupati Inhil serta Kapolda Riu dapat serius menyelidiki dugaan pemalsuan dokumen honorer K2 yang lulus beberapa waktu lalu," ungkap juru bicara Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Tengku Suhandri, Rabu (26/2/14) lalu.
Temuan yang diperoleh MPI, mulai dari pemalsuan keterangan waktu mulai mengajar sampai pemalsuan dokumen lainnya. Diperoleh informasi, ada juga mereka yang diketahui tidak pernah menjadi tenaga honorer, tiba-tiba namanya muncul dalam daftar kelulusan honorer K II yang diumumkan Kemenpan dan RB beberapa waktu lalu. (*)
Source: riauterkini.com