![]() |
| Hj. Zulaikha Wardan |
“Jumlah PAUD memang sudah melebihi jumlah desa/ kelurahan yang ada, tapi belum merata”, ucap Puan Zulaikha menjelaskan. Dari 283 PAUD itu, jelas Zulaikha, 176 Kelompok Bermain (KB), 3 Tempat Penitipan Anak (TPA), dan 9 Sautan PAUD Sejenis (SPS). Taman Kanak-kanak hanya 95. Kebanyakan ada di Tembilahan, ibu kota Kabupaten, dan di kota kecamatan.
Program Nasional PAUD/TK yang ditetapkan sejak 2004 menargetkan paling lambat 2015 di tiap desa minimal ada satu. Hal ini, kata Puan Zulaikha agar anak usia dini merata pula kesempatannya memperoleh pendidikan sejak masa usia emas. Usia emas anak-anak untuk membentuk kualitas kecerdasannya usia 6-8 tahun. Maka hal ini perlu mendapat perhatian semua pihak, supaya nanti muncul generasi yang cerdas, tegas Puan Zulaikha.
“Mengabaikan pelayanan, perangsangan, pembimbingan, dan pendidikan anak sejak usia dini berarti melalaikan pula pembentukan generasi yang berkualitas dan cerdas ke depan” ucapnya mantap.
Disebutkannya pula, di 283 PAUD/TK itu mengajar lebih dari 1500 guru. Pemerataan PAUD/TK ke tiap desa/ kelurahan tentu tidak hanya menyiapkan guru tetapi juga sarana dan prasarananya. Secara bertahap Bunda PAUD Kabupaten akan berusaha bersama Bunda PAUD Kecamatan, desa, dan kelurahan bersama Pemkab. Hal ini juga menunjang dan membantu program Pemkab Inhil mewujud Desa Mandiri Inhil Jaya pula. (*)
Source: riaukepri.com
