MENU TUTUP

Menteri Agama Ngambek Pidatonya Terpotong Azan

Senin, 02 September 2013 | 22:32:00 WIB
http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/OYC5AubzA.BqHpVECnEzCw--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yOTQ7cT04NTt3PTUxMg--/http://media.zenfs.com/id-ID/News/tempo/209092.jpgTasikmalaya (Inhilklik) - Raut muka Menteri Agama Suryadharma Ali berubah seketika saat dia sedang berpidato di Masjid Agung Bojong Koneng, Kabupaten Tasikmalaya, Senin 2 September 2013. Penyebabnya, muazin masjid agung tiba-tiba saja mengumandangkan azan salat zuhur. Menteri yang terlihat kesal langsung menghentikan pidatonya selama azan berkumandang.

Setelah azan selesai, Suryadharma buru-buru menutup pidatonya. Dia bergegas meninggalkan masjid agung. Bahkan Suryadharma batal meletakkan batu pertama pembangunan Islamic Center Tasikmalaya.
Kunjungan Suryadharma ke Tasikmalaya hari ini untuk memberikan bantuan permodalan kepada eks-jemaah Ahmadiyah yang kembali memeluk Islam.

Dikonfirmasi mengenai peristiwa itu, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum yang mendampingi menteri menjelaskan, protokoler Pemda tidak menyuruh muazin untuk azan dulu, meskipun waktu azan sudah tiba.
"Dari kita (protokol pemda) sudah minta ditahan karena Pak Menteri masih pidato, tapi dia menyatakan (yang nyuruh) dari protokol Jakarta (Kemenag). Kalau sudah dari Jakarta, tidak bisa menahan, silakan," kata Uu usai acara.

Ternyata, Uu melanjutkan, yang menyuruh muazin untuk adzan bukan protokol Kementerian, melainkan protokoler Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang juga mendampingi Suryadharma. Menurut dia, mungkin protokoler Baznas tidak memahami urusan protokoler. 

"(Menteri) barusan nanya siapa Dewan Kesejahteraan Masjid, ya mentoknya ke saya sebagai bupati. Saya juga heran kenapa dari Baznas bisa suruh-suruh," Uu mengeluhkan.

Menurut bupati, telat sedikit azan atau salat tidak dosa menurut agama. Bahkan ada hadis yang menyatakan seorang muslim harus menghormati tamu, sekalipun mereka dari golongan kafir. "Apalagi tamu kita ini muslim, menteri lagi," kata Uu.

Dia mengatakan, sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Agama. Menteri pun, kata Uu, memahaminya. "Saya sudah sampaikan kepada orang yang menyuruh muazin untuk azan agar jangan begitu lagi, sebab ini wilayah saya. Saya yang bertanggungjawab terhadap acara ini," ucapnya. (tempo)



Loading...

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







InhilKlik.com
di Google+
Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
Loading...
TERPOPULER +
1

Lapas Tembilahan Gelar Razia Kamar Hunian, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan

2

BRI Branch Office Tembilahan dan Bea Cukai Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Inhil

3

Tim Damkar PT GIN Berjibaku Sembilan Hari Jinakkan Api di Sungai Panglor

4

PT GIN Kerahkan 38 Personel dan Peralatan, Bantu Padamkan Kebakaran Lahan Masyarakat di Kecamatan Gaung

5

PWI Inhil Bentuk Panitia Konfercab VI, Faisal Martinus Dipercaya Memimpin Persiapan Agenda Forum Tertinggi Organisasi

6

PT GIN, Sambu Group dan Oscar Group Komitmen Dukung Percepatan Pembangunan Islamic Center Inhil

7

PT GIN Serahkan Sarana Damkar dan 280 Kotak Masker untuk Cegah ISPA di Tiga Kecamatan