Ketua Komisi III DPRD Inhil dan Kepala PLN Tembilahan Bicarakan Solusi Krisis Listrik di Inhil

Jumat, 29 April 2016

post

Kepala PLN Tembilahan, Syaiful Hanan (paling kiri) dan Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna (Kanan) saat diskusi terkait masalah listrik di Inhil disebuah kedai kopi di Kota Tembilahan
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna dan Kepala PLN Rayon Tembilahan, Syaeful Hanan melakukan diskusi terkait solusi permasalahan krisis listrik di Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (29/04/2016).

Disampaikan Iwan, masalah listrik menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang disampaikan kepadanya ketika menggelar reses ke 1 MP 1 2016.

"Hasil reses saya di desa Sialang Panjang dan Desa Mumpa masyarakat mengeluhkan soal pelayanan listrik. Laporan masyarakat sudah banyak yang membayar DP penyambungan listrik, tapi sampai saat ini belum juga disambungkan, makanya saya segera tindak lanjuti dan sampaikan kepada pihak PLN Rayon Tembilahan" ungkap Iwan Taruna.

Dengan menemui langsung Pihak PLN, Iwan berharap segera mungkin mendapat gambaran solusi atas permasalahan listrik yang tengah dihadapai oleh masyarakat. Iwan juga yakin persoalan listrik tidak hanya keluahkan masyarakat Desa Sialang Panjang dan Mumpa saja, tetapi hampir diseluruh wilayah Inhil.

Sementara itu Kepala PLN Rayon Tembilahan, Syaeful Hanan mengungkapkan segera akan menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Inhil.

Diakui Syaiful, saat ini Inhil memang sedang mengalami kerisis listrik. "Kita menunggu PLTU yang dibangun oleh PT ISK yang insyallah rampung 2016 ini dan PLTU parit 21 yang insyallah selesai tahun 2017," ungkap Syaeful.

Ditambahkan Syaiful, hasil pendataannya dilapangan, saat ini di Inhil ada sekitar 31000 calon pelanggan baru. Untuk itu Ia berharap semua pihak dapat saling bersinergi untuk memenuhi kebutuhan tersebut sesegera mungkin.

Kembali ke Iwan Taruna, Ia berharap dan antara PLN dan pihak PT ISK untuk terus melakukan koordinasi, mengingat listrik merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat yang harus segera dipenuhi.

"Kita berharap PLN dan PT ISK terus koordinasi, informasi PT ISK mau mejual dayanya 4 sampai 4,5 mega watt kepada PLN inilah yang kita harapkan menjadi akses power bagi kebutuhan listrik kita, karena masalah listrik ini adalah kebutuhan mendesak," pungkas Iwan (Adv/Ard)