 |
| M. Sabit |
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Upaya pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan wakil rakyat untuk mengatasi keresahan masyarakat yang kecewa terhadap buruknya pelayanan yang diberikan oleh Perusahaan DaerahAir Minum (PDAM) Tirta Indragiri (TI) kerap macet, hingga kini masih menjadi tanda tanya besar.
Berbagai upaya yang dilakukan guna meningkatkan pelayanan seperti menjalin kerjasama dibidang pembangkit listrik Hybrid dengan PT Masagi Energi Solusindo (MES) atau penyertaan modal sekitar 5 M yang akan dikucurkan ke perusahaan berplat merah tersebut, belum menunjukkan perubahan yang berarti bagi masyarakat Negeri Seribu Parit.
Menyikapi hal ini, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil Muhammad Sabit Bahar menilai perlu dilakukan evaluasi baik itu pelaksanaan rencana induk sistem penyediaan air minum, dalam rangka perwujudan program MDGS (Milenium Deplopment Golds) maupun terhadapat kinerja PDAM TI itu sendiri.
Sementara itu, terkait hutang dengan PLN yang berujung pemutusan listrik karena besarnya tunggakan, Politisi Partai Demokrat Inhil ini menyarankan PDAM untuk menggelar pertemuan bersama dan mencari jalan solusi lainnya.
“Jangan karena arogannya PLN ini, masyarakat yang menjadi korban. Kita juga akan mempertanyakan kepada PLN terkait validasi pemakaian listrik lampu jalan yang selama ini tidak transparan,”tegasnya, Kamis (31/3/16).
Selain itu kata Sabit, memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat tidak terlepas darti tanggung jawab Pemda. Untuk itu ia meminta Pemda serius mengatasi persolan ini.
(ADV/DPRD)