 |
| Edy Harianto Sindrang |
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Meskipun masih menunggu pleno DPD I Riau, Suhu politik internal jelang Musda DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Indragiri Hilir terus memuncak, berbagai isu dan opini pun terus berkembang.
Partai berlambang pohon beringin ini akan sampai pada babak baru dalam menentukan eksistensinya di negeri hamparan kelapa dunia ini, setelah beberapa periode 'menyurut' akankah kejayaan Golkar di Inhil akan kembali ?, tentu harapan itu akan ditentukan oleh siapa sosok yang akan mengnakhodai perahu Golkar selanjutnya.
Dinamika di Internal Golkar Inhil juga tidak terlepas dari agenda besar Pilkada Inhil di tahun 2018 mendatang. Ketua Plt Golkar Inhil saat ini, Aprizon, mengibaratkan Golkar Inhil bak gadis kampung yang sedang bersolek, karena kemolekan gadis kampung tersebut membuat banyak orang yang ingin meminangnya.
"Golkar inhil bagai gadis manis kampung yang sedang bersolek, jadi banyak para pujangga yang melirik dan itu wajar, itu bagian dari proses demokrasi di Golkar sebagai partai yg nasionalis terbuka," ungkap Aprizon.
Salah satu yang menyatakan siap memimpin Golkar Inhil adalah HM Wardan yang saat ini memegang tampuk kekuasaan di negeri seribu parit. Secara tegas Bupati Inhil ini menyatakan sikapnya dihadapan puluhan awak media, "Jika didukung oleh PK yang ada, saya siap mengnakhodai Golkar Inhil, saya juga kader Golkar, hanya saja saya memilih menjadi birokrat," ungkap Wardan belum lama ini.
Bak merebutkan gadis kampung yang cantik, tentu perjuangan Wardan tidak semudah membalikan telapak tangan untuk mendapatkan pucuk pimpinan Golkar Inhil, bahasa penolakan terhadap Wardan datang dari beberapa Pengurus Kecamatan (PK) yang memiliki hak suara di Musda Golkar Inhil.
Bahkan munculnya nama HM Wardan dalam kandidat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Inhil dinilai sebagian PK Partai Golkar Inhil sebagai sesuatu hal yang lucu. Beberapa PK mengungkapkan merasa tidak kenal dengan Wardan secara kepartaian.
Bersilang pendapat, Ketua PK Golkar Kecamatan Enok, Edy Harianto Sindrang yang juga wakil ketua Komisi III DPRD Inhil justru menyampaikan HM Wardan adalah kader terbaik yang saat ini dimiliki partai Golkar Inhil. Wardan yang pernah menjabat sekretaris Golkar Inhil di jaman orde baru itu dinilai memiliki nilai jual dan mampu menjadi tokoh central untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Inhil.
Bahkan Edy yang sebelumnya sudah bulat akan bertarung di Musda Golkar Inhil mengurungkan niatnya, karena Edy menilai sosok Wardan lah yang lebih pantas dan mempuni.
Edy juga sangat menyayangkan dan kecewa statmen beberapa PK di media yang menyudutkan Wardan, ditambahkan Edy tudingan-tudingan PK tersebut bukan begitu benar adanya, ada hal-hal dan kondisi yang harus dipahami. "Seharusnya mereka berpikir objektif dan rasional, jika kita ingin partai Golkar besar ya tak semestinya kita berkata-kata demikian," ujar Edy.
Edy juga membantah isu yang digiring pihak-pihak tertentu ke DPD I Golkar Riau yang mengatakan bahwa Wardan ingin memanfaatkan parahu Golkar untuk maju di Pilgubri 2018 mendatang.
"Itu tidak benar, sengaja ada yang menciptakan isu seperti itu biar Pak Andi Rachman (Ketua DPD Golkar Riau) tidak resfect dengan Pak Wardan. Pak Wardan masih mau fokus di Inhil, masih banyak permasalahan di Inhil yang ingin diselesaikan Pak Wardan, beliau ingin sejalan dengan Pak Andi Rachman" ungkap Edy Sindrang, Sabtu (12/03/2016).
Dengan lantang Edy menyampaikan bahwa statman keras para PK yang nenolak HM Wardan adalah bahasa "titipan" pihak tertentu. "Saya sudah menemui salah satu PK yang berstatmen keras soal Pak Wardan, tapi dia malah bilang tidak pernah mengatakan hal-hal seperti itu kepada media, jadi siapa yang buat ?, saya yakin statmen tersebut bukan titipan Aprizon yang diisukan bakal belawan Pak Wardan di Musda, ini ada aktor intelektualnya yang mau menghancurkan partai, tolong lah jangan buat polemik lagi di Golkar Inhil" pungkas Edy.
Selanjutnya, salah seorang kader Golkar yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan saat ini Partai Golkar Inhil berada pada mementum yang sangat menentukan apakah Golkar Inhil kembali berjaya atau malah sebaliknya.
Ia mengajak kapada seluruh kader Golkar Inhil untuk berfikir secara objektif demi membesarkan partai yang beberapa periode terus menurun elektabilitasnya. Ia menilai sosok Wardan yang tepat untuk memimpin Golkar Inhil selanjutnya, apalagi partai Golkar adalah partai yang identik dengan partai penguasa.
"Ini adalah momentum yang baik bagi Golkar Inhil, Wardan menyatakan siap bergabung, jika ini disia-siakan makan Golkar Inhil sangat rugi jika Wardan nanti dipinang oleh partai lain, dimana-mana kepala daerah itu memimpin partai seperti di Inhu golkar dpimpin Yopi, Kuangsing dipimpin Sukarmis, Pelalawan dipimpin HM Haris, Rohul dipimpin Suparman, Bengkalis dipimpin Amril Mukminin" ujar sumber tersebut, Sabtu (12/03/2016). (Ard)