Gelar Musrenbang, Kecamatan Enok Butuh Pembenahan di Sektor Pendidikan dan Infrastruktur

Ahad, 21 Februari 2016

post

INHILKLIK.COM, ENOK - Kecamatan Enok menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2016, Senin (22/02) bertempat di Gedung Olahraha (GOR) Kelurahan Enok.

Acara tersebut dihadiri seluruh perwakilan SKDP Kabupaten Inhil, unsur pimpinan Kecamatan (UPIKA) Enok, seruluh Lurah dan Kepala Desa se-Enok, serta hadir juga dua anggota DPRD Inhil asal Dapil lima, Edi Harianto Sindrang dan Samino.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili Kabid Sosbud, Erwin, Msi mengapresiasi begitu antusiasnya partisipasi semua pihak termasuk masyarakat dalam mengawal pembangunan di Kecamatan Enok.

Dari sekian tempat yang sudah dilakukan Musrenbang, dikatakan Erwin, Kecamatan Enok adalah yang tebanyak pesertanya. "Dari beberapa tempat yang kita hadiri, di Kecamatan Enok yang paling ramai, ungkap Erwin.

Ditambahkan Erwin, ditahun 2016 ini proyek pembangunan di Kecamatan Enok tarmasuk yang banyak, yaitu ada 240 item. Erwin berharap semua pihak ikut aktip dalam melakukan pengawasan.
"Mari kita sama-sama sukseskan pembangunan di Kecamatan Enok," ujarnya.

Camat Enok, Kaharuddin, S.Sos saat membuka acara, dalam sambutannya menyampaikan kondisi terkini pembangunan di Kecmatan Enok. 

Dikatakan Kaharuddin Enok butuh pembenahan disektor pendidikan dan inprastrukur, terutama jembatan penghubung. Sekolah-sekokah di Kecamatan Enok masih minim ruang belajar yang layak.

Sementara itu, sambutan anggota DPRD Inhil yang diwakili oleh Edi Harianto Sindrang siap kendukung sepenuhnya proses pembangunan di Kecamatan Enok.

Edi menekankan, kelurahan harus menjadi perhatian bersama dikarenakan minimnya anggaran untuk kelurahan dibanding desa. Tak bisa dipungkiri sangat banyak kebutuhan pembangunan di tingkat keluarahan.

"Kalau di desa dananya bisa mencapai dua milyar, dikelurahan cuma sedikit, ini harus menjadi perhatian kita bersama, jangan sampai nanti ada yang minta kelurahan dikembalikan menjadi desa," pungkas politisi partai Golkar ini. (ard)