 |
| Sebuah mobil angkutan barang terpuruk di jalan pari 12 Kelurahan Teluk Pinang, Jumat (05/02/2016) |
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Masyarakat tiga Kecamatan, Gaung, Gaung Anak Serka (Gas), dan Batang Tuaka ingin bisa segera mengakhiri penderitaan melewati jalan yang berkubang lumpur, menitikan kendaraan mereka di atas batang kelapa yang licin.
Para supir angkatan umum, tak mau lagi mobil mereka harus terpuruk berjam-jam setiap hari, membuat biaya dan waktu menjadi tidak efesien. Sebagian pemilik lebih memilih memarkirkan mobilnya ketimbang harus rugi karena pemasukan dan resiko tidak sesuai.
Salah serang pemilik mobil angkutan barang di Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan GAS, Doni Ariansyah, sudah sebulan lebih ini mobilnya tidak lagi aktif setiap hari dioperasikan.
"Tak sesuai pemasukan dengan pengeluaran buat perbaiki mobil, kondisi jalan parah seperti ini mobil rentan rusak, kita minta jalan Teluk Pinang sampai Sungai Luar cepat dikerjakan" ungkap Doni kepada Inhilklik.com, Jumat (05/02/2016).
Selain itu, Nafarain, warga desa Gemilang Kecamatan Batang Tuaka juga ikut mengeluhkan. "Jika musim panas debunya minta ampun, jika musim huja seperti sekrang ini penuh dengan kolam-kolam di tengah jalan," ungkap Nafarin, Minggu (07/02/2016).
Masyarakat berharap, dana yang dianggarkan oleh pemerintah sebesar 116 Milyar tahun 2016 ini untuk jalan dari Sungai Luar-Teluk Pinang bisa direalisaikan secepat mungkin.
"Kita berharap cepat dikerjakan, apalagi dananya sangat besar, takutnya jika lambat nanti pekerjaannya tidak selesai masyarakat yang dirugikan," ujar Nafarin. (Ard)