BPJS Cabang Tembilahan Sosialisasikan Pendistribusian KIS-PBI dan Buka Posko Pengaduan

Selasa, 02 Februari 2016

post

Kepala Kantor BPJS Cabang Tembilahan, Yessi Rahimi saat menyampaikan prsentasenya dihadapan puluhan awak media
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Kantor BPJS Cabang Tembilahan menggelar sosialisasi dan konferensi pers tekait perdistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI), Rabu (03/02/2016).

Dalam kegiatan ini, Pihak BPJS melibatkan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kabupaten Inhil, diantaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Disdukcapil serta dari pihak swasta, JNE, perusahaan ekspedisi yang dipercaya untuk mendistribusikan KIS.

Beberapa point penting yang disampaikan oleh pihak BPJS Cabang Tembilahan, Masyarakat atau user dapat menyampaikan keluhan jika ada permasalahan menyangkut KIS-PBI kepada Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi KIS-PBI.

Pengaduan juga bisa disampiakan via hotline di 0821665404 atau email pengaduan kc-tembilahan@bpjs-kesehatan.go.id
Bagi masyarakat yang berhak menerima KIS-PBI tidak dipungut biaya sepeserpun terkait pendistribusian.

"Apabila ada pungutan biaya agar dapat melaporkan ke posko pemantuan dan penanganan distribusi KIS-PBI di wilayah kerja masing-masing," ungkap Kepala Kantor BPJS Tembilahan, Yessi Rahimi.

Ditambahkan Rahmi, Saat ini jumlah kartu KIS yang sudah terdistribusi sampai ke kecamatan di Kabupaten Inhil, Inhu dan Kuansing sebanyak 46.978 dan 28.641 yang sudah sampai ke user (penerima manfaat).

Dengan perincian jumlah kartu KIS-PBI tercetak dan terdistribusi sampai kecamatan, untuk Inhil 22.600 (sampai ke kecamatan), 14.935 (sampai ke user) atau 66,08 persen. 

Kabupaten Inhu sebanyak 12.860 (sampai ke kecamatan), 8.748 (sampai ke user) atau 68,02 persen dan Kabupaten Kuansing sebanyak 11.518 (sampai ke kecamatan), 4.958 (sampai ke user) atau 43,05 persen. 

Yesi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang belum terdaftar sebagai anggota BPJS segera mendaftarkan diri sebagai keanggotaan. Banyak kasus, Ia menyayangkan masyarakat baru mendaftar ketika yang bersangkutan sudah jatuh sakit.

Yesi juga menyampaikan bahwasanya sistem BPJS menjunjung tinggi asas gotong royong, dimana yang kaya membantu yang miskin, dan yang sehat membantu yang sakit. Untuk itu Ia berharap bagi peserta mandiri agar disiplin membayarkan iuran tepat waktu.

"Masyarakat jangan ingat BPJS ketika sakit saja, kalo sudah sehat lupa sama BPS nya, kalo seperti ini tidak jalan konsep gotong royongnya," tandas Yesi. (Adv/ard)