PERSIS dan HTI Inhil Gelar Pertemuan Bahas Faham Radikal

Sabtu, 05 Desember 2015

post

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Hizbut Tahrir Indonesia(HTI)Kabupaten Indragiri Hilir mengujungi Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PERSIS) Kabupaten Indragiri Hilir pada hari, Jum'at (5/12).

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturrahim antar ormas yang ada di Indragiri Hilir,dan sekaligus membicarakan tentang faham radikal seperti ISIS dan faham lainnya yang dianggap menyimpang dari syariat islam.

Hadir pada pertemuan tersebut diantara nya ketua DPC HTI Inhil Loneli Costaner M.Com, Sofyan Sulaiman dan Julhendri.

Kedatangan HTI Inhil disambut langsung oleh ketua PERSIS Kab Inhil Ferry Ferdian, Hirahman Nuddin selaku Sekretaris PERSIS Inhil.

Pertemuan berlangsung di sekretariat PERSIS Inhil jalan Arsyad Ahmad, pertemuan yang berlangsung hangat itu berlangsung selama 90 menit.

"Suatu kehormatan para teman-teman seperjuangan dari Hizbut Tahrir Inhil menyempatkan untuk menyambangi kami, mudah-mudahan silaturrahim kita ini akan terus berlanjut,"  ungkap Ketua PERSIS Inhil Ferry Ferdian didampingi sekretaris.

Ditambahkan Ferry Hizbut Tahrir adalah organisasi islam yang sangat mendunia memiliki cabang di 48 negara dan memiliki anggota dengan anggota nencapai puluhan juta orang.

Lanjut Ferry Hizbut Tahrir memiliki dasar ideologi Islam yang mengajak umat islam mengacu dalam beragama kepada Al-Qur'an dan hadits, dan menerapkan nya secara kafah.

Sementara itu Loneli Costaner selaku ketua DPC HTI Inhil mengatakan bahwa PERSIS adalah termasuk organisasi ternama dan salah satu organisasi tertua di Indonesia.

Persis adalah organisasi keagamaan yang menganut sistem tajdid yakni pembaharuan yang mengembalikan pemahaman umat kepada sumber asli nya yaitu Al-Qur'an dan hadits dalam segala aspek kehidupan.

Kedua lembaga islam ini mempunyai tokoh yang tidak diragukan lagi kadar keilmuannya seperti di PERSIS ada Ahmad Hassan yang dikenal dengan Hassan Bandung.

Ahmad Hassan adalah guru dan teman sang Proklamator Indonesia yakni Soekarno terbukti adanya surat menyurat antara Soekarno. Dan Ahmad Hasan sewaktu sang proklamator itu ditahan di ende.

"Di Hizbut Tahrir ada Syaikh Taqiyuddin An Nabhani yang dikenal seorang mujtahid dan ulama yang kokoh dalam pendirian nya serta ulama yang disegani didunia internasional," ucap Lonely Costaner.

Pada akhir acara Loneli Costaner membagikan cindera mata berupa majalah Al-Wai'e dan Media ummat. (rls)