Olahan Perahu Kapal Desa Kelumpang Dijual Hingga Keluar Provinsi

Jumat, 02 Desember 2016

post

Pembuatan perahu kapal kayu  (net)
INHILKLIK.COM, GAUNG ANAK SERKA - Selain menjadi bertani kelapa, masyarakat Desa Kelumpang juga banyak yang hidup sebagai pengrajin kapal atau perahu.

Mengolah kayu menjadi perahu kapal dilakukan oleh masyarakat Desa Kelumpang secara turun temurun sejak puluhan tahun silam.

Dikatakan Kepala Desa Kelumpang, Hairul Ahyar, Desa Kelumpang mampu memproduksi sebanyak 40 buah perahu kapal dalam seminggu.

Ukuran perahu kapal cukup bervairasi secara muatan, mulai dari yang berkapasitas tiga ton hingga yang berkapasitas 40 ton.

"Dalam seminggu kalo perahu yang ukuran 3 ton bisa diproduksi hingga 40 buah," ujar Ahyar.

Ditambahkan Ahyar, untuk pemasaran, pengarjin kapal di desa Kelumpang tidak hanya memenuhi permintaan di dalam kabupaten Indragiri Hilir saja, bahkan sampai ke Luar provinsi.

"Perahu-perahu kapan hasil olahan pengrajin disini dijual hingga ke luar provinsi seperi daerah tungkal, jambi, beber Ahyar.

Namun yang keluhkan para pengarjin, kata Ahyar, bahan baku yang semakin sulit, dikarenakan kayu alam dihutan sudah sangat sulit didapat.

Ahyar berharao nasib kedepan para pengrajin perahu kapal di desanya menjadi perhatian pemerintah daerah agar kerajinan membuat kapal bisa terus dilestarikan.

"Banyak yang hidup dari kerja bertukanga membuat perahu kapal. Sementara hutan sudah habis dan kayu semakin sulit didapat. Kita berharap ada solusi dari Pemeda Inhil," kata Ahyar. (Adv/Ard).