INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Pederita penyakit mematikan Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau dikenal dengan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kabupaten Indragiri Hilir terus meningkat.
Per September 2015, ada 134 kasus HIV/AIDS di Inhil, dan didominasi oleh Ibu-ibu rumah tangga sebanyak 30 orang.
Data tersebut diliris Organisasi Bangun Desa Payung Negeri (BDPN) Tembilahan yang melakukan survei dengan metode Voluntary Counseling Test (VCT).
Tes yang yang dilakukan BDPN adalah melalui klinik layanan VCT turun ke lapangan dimana targetnya dikalangan ibu rumah tangga, Posyandu, kelompok ibu-ibu yasinan, PKK, Dharma Wanita, Karang Taruna, dan kantor-kantor serta kampus dan sekolah.
"Dari hasil sosialisasi atau tes VCT ini bisa dilihat dari bulan ke bulan kasus HIV/AIDS yang semakin bertambah," ungakap Raihana, penggiat HIV/AIDS dari BDPN, (6/11).
Ditambahkan Raihana, ada beberapa kasus pada ibu rumah tangga, penyakit HIV/AIDS didapat dari suami mereka.
"Dan kenapa ibu-ibu menjadi rating tertinggi saat ini, karena ditemui dilapangan hanya kaum ibu-ibulah yang berani untuk membuka diri melakukan test HIV," paparnya.
Lanjut Raihana pihaknya saat ini sedang gencar turun ke masyarakat melakukan tes dan sosialisasi bahaya HIV/AIDS, karena dampak resiko dari penularan HIV yang ada di wilayah Inhil semakin membahayakan.
"Kita berharap penularan HIV/AIDS dapat diminimalisir," tandasnya. (GRC/ARD)