INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperjuangkan agar Panglima Besar Tengku Sulung ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Pusat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Indragiri Hilir HM Wardan pada acara Sarasehan dalam Rangka Hari Pahlawan 10 November 2015 di aula STAI Tembilahan Hulu, Kamis kemarin.
Dari beberapa literarur, Tengku Sulung adalah seorang pejuang kemerdekaan yang memfokuskan perlawanannya terhadap kolonial Belanda di daerah Reteh/Sungai Batang. Tengku Sulung sendiri diperkirakan lahir di Lingga, Kepulauan Riau.
Sejak Kecil, Sulung dididik dengan ajaran Islam yang ketat. Pemahamannya tentang Agama Islam membuatnya tidak suka dengan Belanda. Bahkan Dia tidak mau bekerjasama dengan Belanda dalam bentuk apapun. Tengku Sulung memperoleh kedudukan sebagai Panglima Besar Reteh setelah Sultan Muhammad, Sultan Lingga yang berkuasa di Reteh.
"Indragiri Hilir memiliki banyak tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan dan Pemkab Inhil telah mengsulkan agar Panglima Besar Tengku Sulung sebagai Pahlawan Nasional," sebut HM Wardan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Indragiri Hilir HM Wardan juga mengatakan tidak hanya Panglima Besar Tengku Sulung yang bisa menjadi panutan bagi masyarakat Inhil tetapi ada banyak tokoh pahlawan, diantaranya M Boya.
"Kita berharap masyarakat Inhil agar menggali fakta-fakta Sejarah pahlawan yang ada di Inhil, dan kepada Guru PPKN untuk menggali sejarah sebagai muatan lokal pengetahuan perjuangan masyarakat Inhil yang memperjuangkan kemerdekaan dengan memberikan gambaran kepada peserta sarasehan bahwa di Inhil juga terdapat jejak perjuangan para pejuang yang gigih membela harkat dan martabat bangsa, merebut dan mempertahankan kemerdekaan," jelas HM Wardan.
Sarasehan dalam Rangka Hari Pahlawan 10 November 2015 mengangkat Tema "Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku" yang diikuti Pelajar dari SD,SLTP,SLTA/Sederajat, Mahasiswa, guru mata pelajaran PPKN SD,SLTP/SLTA, Perguruan tinggi se-kota Tembilahan, organisasi sosial kemasyarakatan dan pemuda pemudi yang berjumlah 300 peserta. (*)
Sumber:daririau.com