Deni, Mahasiswa UIR Pekanbaru Tewas Setelah Adu Kambing

Kamis, 30 Maret 2017

Deni saat berada di kamar mayat RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. (foto/rpc)

Patra (27) dan rekan-rekannya tak berhenti menangis di dalam Ruang Instalasi Jenazah Pemulasaran (IPJ) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru. Pasalnya, rekannya yang bernama Deni (22) tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada hari Selasa (28/3) pukul 12.30 WIB.

Data yang dikutip riaupotenza.com, peristiwa tragis ini berawal korban yang saat ini kuliah diperguruan tinggi di Universitas Islam Riau (UIR) hendak ke Pekanbaru dengan mengendarai sepeda motor Sb.

Namun nahas, di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Pasir Putih, sepeda motor yang dikendarai korban adu kambing dengan mobil Colt Diesel.

Yandi (24) yang merupakan rekan satu kuliah korban menyebutkan, korban kala itu hendak ke Pekanbaru bersama pacarnya Ika Mawasari (23) dengan mengendarai sepeda motor tua, di tengah perjalanan sepeda motornya adu kambing dengan mobil Colt Diesel saat memacu kendaraan lain.

‘’Saya dapat sms singkat dari teman bahwa Deni tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, saat itu juga saya langsung konfirmasi kawan-kawan lain untuk memastikan dan menuju ketempat kejadian perkara,’’ ujar Yandi.

Kedua pasangan kekasih ini sempat dilarikan warga ke Rumah Sakit Mesra Pandau untuk menjalani perawatan yang intensif. Di pertengahan jalan menuju kerumah sakit nyawa Deni tak terselamatkan. Sesampai dirumah sakit tujuan, korban terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru untuk menjalani perawatan yang intensif.

Deni langsung dititipkan ke Ruang Instalasi Jenazah Pemulasaran (IPJ) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru untuk menunggu keluarganya.

Sedangkan pacarnya di Ruang Trauma IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru untuk menjalani perawatan intensif.

Ketika ditemui

Dokter Umum IGD Arifin Achmad dr Bonny menyebutkan, korban mengalami luka pendarahan di bagian kepalanya sehingga saat ini belum sadarkan diri.

Sementara Patra (27), yaitu rekan Deni mengakui tidak menyangka sobatnya secepat itu meninggal dunia. Menurut Patra, pagi itu mereka sempat teleponan.

‘’Saya sudah masak yang enak untuk dia serta mengisi pulsa listriknya, hingga siang pukul 14.00 WIB, saya heran kok Deni belum tiba, saya mengira karena hari hujan membuat perjalanan Deni terhenti,’’ ujar Patra.

‘’Deni adalah sosok pria yang baik, asik berteman, suka bergurau, pandai bergaul, kenangan yang terakhir yang tidak terlupakan saat itu kami minum jus bersama Deni sambil ketawa,’’ ujar Patra dengan mata berkaca-kaca.

‘’Deni juga hobi modifikasi sepeda motor tua, kamipun suka dengan sepeda motornya, semoga ibadah beliau diterima yang maha kuasa, dan Ika semoga cepat sembuh,’’ sambung Patra.

Sementara Kepala Ruangan IPJ Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru dr Erwin Taslim mengatakan, setelah hasil Visum, korban mengalami pendaharahan di bagian kepalanya sehingga nyawanya tak terselamatkan. (rpc)