Lampu Sering Padam, Masyarakat Sungai Gantang Sandera Petugas PLN

Selasa, 18 April 2017

Lampu Sering Padam, Masyarakat Sungai Gantang Sandera Petugas PLN (foto/rgc)

INHILKLIK.COM, INDRAGIRI HILIR - Tak Tahan Menahan Kekecewaan karena  lampu PLN sering padam di wilayah Kecamatan Kempas, Jufri dan Dwi Suhendro, dua orang pekerja PLN yang sedang melakukan perbaikan jaringan 'disandera' Masyarakat desa Sungai Gantang di depan PT. Inhil Sarimas Kelapa (ISK) desa Sungai Gantang Kecamatan Kempas, Inhil Riau, Senin (17/4/2017) sekira pukul 19.00 Wib.

Kejadian berawal dari beberapa orang masyarakat yang mendatangi petugas PLN yang sedang bekerja tersebut untuk menuntut penjelasan terkait seringnya pemadaman listrik PLN di daerah mereka.

"Sudah lima harian ini listrik ditempat kami mati hidup, mati hidup, tanpa ada alasan yang jelas, lama lama rusak semua nanti barang elektronik kami, dan kalu terjadi konslet tdak menutup kemungkinan bisa terjadi kebakaran ," keluh Udin salah seorang warga yang datang dilokasi kejadian dari pantauan Wartawan dilapangan.

Semakin lama, semakin ramai Masyarakat desa Sungai Gantang Kecamatan Kempas berdatangan di depan PT ISK, ada sekitar ratusan Masyarakat yang berada dilokasi kejadian.

Melihat ratusan Massa berdatangan, akhirnya 2 orang pekerja PLN tersebut diamankan Security dan dibawa kekantor Security PT ISK.

Beruntung, Akhirnya Kapolsek Kempas AKP Risnan Alfonso dan anggota akhirnya tiba dikantor Security PT ISK untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat dan membantu untuk memediasi permasalahan yang dituntut oleh masyarakat tersebut.

Kapolsek yang datang bersama Abun (Perwakilan PLN) akhirnya melakukan mediasi bersama perwakilan Masyarakat yang diwakili oleh Zakaria, Nogek dan Roni.

dari mediasi tersebut, PLN meminta Masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada pihaknya untuk mencari penyebab dari seringnya jaringan listrik PLN padam di daerah mereka

Pihak PLN juga meminta kepada Masyarakat agar tidak mengganggu pihak PLN yang sedang bekerja, setelah selesai mediasi, akhirnya masyarakat membubarkan diri dengan tertib dan aman. (rgc)