
post
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil akan memanggil pihak sekolah, dimana salah satu siswinya menjadi korban postingan photo mesum teman prianya di media sosial, beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, Helmi D menyampaikan, pemanggilan ini guna mengetahui permasalahan sebenarnya yang menimpa siswi di Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut.
"Pemanggilan Kepsek yang bersangkutan guna mengetahui kejadian sebenarnya yang menimpa siswi tersebut," ungkap Kadisdik Helmi D kepada wartawan, Ahad (4/10/15).
Menurutnya, mengenai apa tindakan yang dilakukan pihak Disdik Inhil atas permasalahan tersebut, tentu harus disikapi cermat berdasarkan keterangan pihak sekolah dan siswi yang bisa saja menjadi korban atas kasus ini.
"Kan kasihan, kalau ternyata siswi tersebut menjadi korban atas kelakuan teman pria tersebut," katanya.
Sebagai berita sebelumnya, seorang pengangguran di Jalan H Samsuri RT 10 Kelurahan Sei Salak, Kecamatan Tempuling, berinisial JM (18) dilaporkan ke pihak kepolisian.
Pasalnya, yang bersangkutan diduga telah menyebarluaskan rekaman foto mesum, seorang gadis di bawah umur sebut saja namanya Bunga di media jejaringan sosial (medsos) facebook.
Akibat posting foto mesum di akun terlapor (JM), Bunga dipanggil oleh pihak sekolah, salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Tembilahan. Tidak terima perbuatan JM tadi, pihak Bunga ditemani saksi gurunya melaporkan JM ke polisi.
Dalam laporan Bunga ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Inhil, rekaman perbuatan mesum dirinya dengan JM berawal ketika September 2015, korban Bunga diajak oleh pelaku untuk makan malam di luar.
Setelah itu terlapor mengajak korban ke rumahnya. Lalu Bunga dibujuk untuk melakukan hubungan, layaknya suami istri. Awalnya, Bunga menolak, tetapi tetap memaksa dan mengancam korban. Ternyata tidak hanya melakukan hubungan intip, terlapor pun mengambil adegan itu dengan menggunakan kamera handphone miliknya.
Setelah memotret perbuatan seksual tersebut, Sabtu (26/9/15) lalu, pelaku lalu mengunggahnya ke dalam akun facebook miliknya. Sehingga hal tersebut menyebar dan diketahui oleh Mina yang merupakan guru korban. Atas kejadian tersebut korban bersama Mina melaporkan JM ke SPKT Polres Inhil. (*)
Source: Riauterkini.com