Risiko Gonta-Ganti Merek Oli untuk Mesin Mobil

Rabu, 10 Mei 2017

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Sebagai upaya memenuhi kebutuhan para pemilik mobil, hampir semua perusahan aftermarket menawarkan produk yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Sebagai contoh oli, masing-masing perusahaan tentunya memiliki produk yang diperuntukkan bagi mobil tertentu yang sejenis. Walaupun sama-sama pelumas, tapi dari segi pembuatan dan bahan pasti berbeda-beda.

Oleh karena itu, pemilik mobil tidak disarankan untuk bergonta-ganti merek oli. Galih Laksono, spesialis restorasi mesin, menjelaskan "Karena itu kan oli setiap pabrikan ada racikannya kan beda, ada chemical tertentu dari masing-masing brand, dan jika tercampur walaupun sedikit, atau banyak ada bahan kimia yang tidak cocok. Contoh gampangnya seperti air dan minyak," katanya Selasa (9/5/2017) di Jakarta.

Sebaiknya lanjut, Galih gunakan satu merek oli dari awal sampai seterusnya. Bila sering gonta-ganti maka risikonya bisa merusak mesin.

"Kalo yang positif malah dia (mesin) lebih lancar, tapi yang negatif dia tidak melumasi, sifat lubrikasinya jadi hilang, malah keset," tambah Galih.

Namun bila terpaksa harus menganti merek oli, Galih menyarankan sebelum memasukkan oli baru pastikan tidak ada sedikitpun cairan oli lama. "Ya sebaiknya dikuras dulu," pungkas dia.
(okz)