Seorang Perempuan Tionghoa Nekat Loncat ke Laut di Dermaga Air Putih Bengkalis

Ahad, 04 Juni 2017

INHILKLIK.COM, INDRAGIRI HILIR - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) optimistis pihak rekanan akan merampungkan pembangunan ruas jalan Tempuling - Tembilahan sebelum akhir tahun 2017.

Pernyataan ini dikemukakan oleh Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Inhil, Yusnaldi melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/6/2017) pagi.

"Masalah waktu, tetap kita tak berandai - andai, yang jelas pihak rekanan optimis sebelum akhir tahun selesai," katanya.

Saat ini, dikatakan Yusnaldi, pihak pelaksana tengah melakukan rekonstruksi berupa rigid untuk sejumlah ruas jalan di wilayah Tembilahan Hulu hingga Tembilahan.

"Jalan Makam Pahlawan, parit 10 dan 11, satu sisi sudah dilaksanakan (Rigid, red). Pekerjaan sampai saat ini masih dilaksanakan. Sedangkan untuk parit 6 dan sisa jalur kedua dan lainnya baru akan dilaksanakan setelah lebaran," terang Yusnaldi.

Lebih lanjut, Yusnaldi mengatakan, untuk pekerjaan yang bersifat pemeliharaan jalan dan jembatan juga masih dalam proses pengerjaan oleh pihak rekanan.

Dalam pelaksanaan, Yusnaldi menuturkan, tidak terdapat hambatan signifikan yang dihadapi oleh pihak rekanan.

"Hambatan hanya ada pada saat bulan Ramadhan dan Idul fitri nanti. Hambatan tersebut adalah terkait pasokan material bangunan yang terjadi akibat akses transportasi yang relatif sulit," ujar Yusnaldi.

Menanggapi optimisme DPUTR terkait penyelesaian pembangunan ruas jalan Tempuling - Tembilahan di akhir tahun, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan begitu mengapresiasi kinerja pihak rekanan.

Menurut Bupati Wardan, memang sudah semestinya, setiap pekerjaan pembangunan dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

"Penyelesaian pekerjaan tidak boleh molor, sebab akses transportasi menggunakan infrastruktur jalan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Terlebih saat idul fitri, yang mana infrastruktur jalan berpengaruh atas kelancaran transportasi mudik," jelas Bupati melalui sambungan seluler, Sabtu (3/6/2017) siang.

Kepada pihak terkait, seperti DPUTR dan rekanan, Bupati Wardan berpesan agar dapat bersama - sama menjalankan tugas masing - masing dengan baik guna mewujudkan pembangunan infrastruktur jalan yang berkualitas.

"Pihak rekanan harus betul - betul serius dalam hal teknis pengerjaan. Begitu pula dengan pihak DPUTR harus senantiasa melakukan pengawasan yang intensif atas pekerjaan yang tengah dilaksanakan sehingga infrastruktur jalan yang dibangun berkualitas. Jangan sebentar saja, jalan yang baru dibangun sudah hancur," minta Bupati.

Selain terhadap pihak rekanan dan DPUTR, Bupati Wardan juga mengimbau kepada masyarakat setempat, agar dapat menjaga infrastruktur yang telah dibangun dengan susah payah.

"Jaga pembangunan, karena kita susah mendapatkannya. Perlu usaha yang begitu luar biasa dan waktu yang lama untuk bisa mendapatkannya, jadi perlakukan dan manfaat dengan sebaik - baiknya," imbau Bupati Wardan.

Untuk diketahui, proyek yang dikucurkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II (Dua) Provinsi Riau dengan pagu dana sebesar Rp 45.370.630.000 tersebut, dilaksanakan oleh PT Naga Mas Mitra Usaha dengan Nilai Pelaksanaan Rp 39.986.778.789. (adv)Gara-gara kantong plastik yang dipegangnya terjatuh ke laut, seorang perempuan paruh baya  keturunan Tionghoa di Bengkalis nekat melompat ke ke laut di Pelabuhan roll and roll  Air Putih, Ahad (4/6/2017).

Tidak diketahui apa yang melatarinya. Namun, perbuatan nekat perempuan tersebut syukurnya cepat diketahui oleh seorang petugas  kapal yang kebetulan sedang bersandar dan perempuan itu pun segera diselamatkan.

Diduga, aksi nekat di laut dalam itu dilakukan karena perempuan tersebut hendak menyelamatkan barang berharga miliknya yang terjatuh bersama kantongan plastik tersebut.


"Nyonya itu bukan terjatuh dari roro seperti kabar yang banyak beredar. Ia nekad terjun kelaut untuk mengambil tas plastik yang dibawanya jatuh kelaut,'' kata Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis, Jaafar Arif seperti dilansir dari Bengkalisone.  

''Kemungkinan tas itu berisi uang atau barang berharga, sehingga ia nekad terjun kelaut untuk mengambil tas yang terjatuh itu,"jelas Jaafar saat dihubungi wartawan, Ahad (4/6/2017).

Dikatakan Jaafar, pada Ahad pagi, wanita paroh baya keturunan Tionghoa itu akan berangkat dengan roro.

Dari pelabuhan,ia berjalan kaki menuju dermaga menenteng barang bawaannya.

Sampai di dermaga, barang bawaan jatuh. Tanpa pikir panjang, wanita itu terjun ke laut untuk mengambil barangnya.

"Saat itu air sedang tinggi karena tengah pasang. Dikiranya mungkin ia bisa mengambil barang yang jatuh itu, karena melihat air dekat dengan dermaga. Padahal justru saat itulah air laut di lokasi tengah dalam," cerita Jaafar.

Aksi nekad wanita paruh baya itu kata Jaafar, membuat penumpang roro terkejut dan terpekik.

Beruntung ABK kapal roro cepat beraksi memberikan pertolongan, dengan menjatuh pelampung dan tali ke arah 'nyonya' tersebut.

"ABK roro melemparkan pelampung dan tali agar ia tidak tenggelam. Tapi ia tak bisa meraihnya. Akhirnya ABK pun terjun ke laut untuk menyelamatkan. Beruntung ia belum tenggelam dan berhasil diselamatkan. Hanya ada sedikit lecet-lecet dibadannya yang kemungkinan terkena tritip (benda laut yang lengket di tiang pelabuhan) saat ia mencoba menyelamatkan diri dengan bergantung di tiang dermaga," ungkap Jaafar lagi. (rac)