Sebelum Wisuda, Remaja Ini Tewas Ditembak Karena Membawa Pena

Ahad, 02 Juli 2017

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Seorang remaja bernama Tommy Le seharusnya lulus pada tanggal 14 Juni di Career Link, sebuah program penyelesaian sekolah alternatif di South Seattle College. Namun dia meninggal beberapa jam sebelum wisuda dimulai.

Menurut Seattle Times seperti dilansir dari Next Shark, Le ditembak dan dibunuh oleh seorang wakil sheriff di King County beberapa jam sebelum wisuda. Penembakan tersebut masih dalam penyelidikan oleh Unit Kejahatan Berat sheriff karena rincian seputar pembunuhannya telah dirusak.

Kejadian bermula saat warga sekitar melaporkan adanya seorang bersenjata yang dilaporkan diminta mengirimkan tiga deputi di blok 13600 Third Avenue South di Burien sekitar tengah malam.

Pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Le, disebut mengancam orang-orang di daerah tersebut sambil membawa benda tajam, yang awalnya dilaporkan sebagai pisau.

Salah seorang penduduk di blok tersebut mengatakan bahwa dia telah menembakkan pistolnya untuk menakut-nakuti Le. Pemilik rumah mengatakan pada polisi bahwa Le tidak terpengaruh oleh tembakan peringatan tersebut dan terus mendekatinya sehingga dia berlari kembali ke dalam rumahnya.

Le kemudian memukul pintu. Juru bicara sheriff Sgt Cindi West mengatakan ketika pihak berwajib menghadapi Le, dan memerintahkannya untuk menjatuhkan benda yang dibawa Le.

Sayangnya, Le tak menggubris permintaan polisi. Akhirnya, polisi kemudian memutuskan menembak Le, yang sepertinya tidak berpengaruh padanya saat dia semakin mendekati kedua deputi tersebut.

Saat dia semakin mendekat, seorang deputi menembaknya tiga kali. Le kemudian dipastikan meninggal di Harborview Medical Center.

Kantor Sheriff kemudian melaporkan lebih dari seminggu kemudian bahwa Le sebenarnya tidak membawa pisau saat dia ditembak. Dia sebenarnya memegang pena.

Le, yang tidak memiliki catatan kriminal, juga tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit jiwa atau kekerasan, menurut keluarga dan teman-temannya. Orang yang mengenalnya, termasuk guru dan teman sekolahnya, telah mengungkapkan betapa tidak biasanya bagi Le untuk mengancam orang.

"Dia anak yang ceria. Dia orang yang mudah berbicara tentang apa pun," kata rekan Le, Nafisa Mohamednur.

Nafisa menyebut bahwa mungkin aparat kepolisian salah orang.

Direktur Career Link Curt Peterson, yang juga dan salah satu guru Le, menganggap kematiannya tidak masuk akal.

Ayah Le, Sunny Le, telah menyatakan penyesalannya tentang bagaimana penegakan hukum menangani situasi tersebut.

"Saya sangat marah. Saya ingin tahu apa yang terjadi pada anak saya," ujar Sunny yang mencatat bahwa anaknya hanya membawa sebuah pena saat dia ditembak mati oleh seorang. (arah)