
post
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau mempertanyakan wacana Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tuah Gemilang yang beralamat di Kecamatan Batang Tuaka untuk melakukan tes kehamilan terhadap siswinya. "Apakah hal itu benar ingin dilakukan, siapa yang akan menanggung biayanya, jika memang hal itu sekolah yang bertanggungjawab seharusnya ada koordinasi dengan pihak dinas terkait," sebut Herwanissitas salah seorang anggota dewan dari komisi 4 yang membidangi dibidang pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Sabtu (15/8/2015). Menurut Sitas, panggilan akrabnya, ia tidak menyalahkan pihak sekolah jika hal itu dilakukan untuk kebaikkan sekolah dan tidak membebani pihak wali murid yang menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut. "Kami tidak menyalahkan pihak sekolah jika hal itu dilakukan untuk kebaikan dan kemajuan sekolah, tapi biayanya itu dari mana, jangan hanya untuk eksis saja, terus nanti tiba-tiba melakukan pungutan kepada pihak wali murid," imbuh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini. Sementara itu, diwaktu yang berbeda, Kepala Sekolah SMAN 1 Tuah Gemilang, Ilpi Afriadi menjelaskan bahwa yang merencanakan untuk melakukan tes kehamilan tersebut berasal dari komite sekolah tersebut, mengenai pendanaannya juga ditanggung oleh komite itu sendiri tanpa melibatkan pihak sekolah maupun wali murid. "Komite yang mengagendakan itu dan biayanya juga dia yang tanggung," katanya. Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa rencana tes kehamilan terhadap siswi ini bermula ketika pihak guru mencurigai perilaku salah seorang siswinya yang selalu menyendiri dan termenung seakan-akan memiliki beban pikiran yang berat. "Guru-guru disini sudah pernah mencoba untuk mengorek-ngorek apa masalah yang dihadapinya, namun siswi ini tidak mau bercerita tentang masalahnya," ceritanya. Jadi, lanjutnya kembali, agar tidak mengulangi hal yang memalukan di sekolah ini seperti yang sempat terjadi beberapa tahun yang lalu, komite berinisiatif untuk melakukan tes tersebut. "Tapi saya juga kurang tahu apakah nanti akan dilakukan untuk seluruh siswi atau hanya yang dicurigai saja, itu komite yang tahu," imbuhnya. Tambahnya lagi, rencana ini sudah melalui kesepakatan bersama para wali murid dan jika siswi sekolahnya terbukti telah hamil maka pihak sekolah akan memberikan sanksi untuk memberhentikan yang bersangkutan dari sekolah. (ezy/bertuahpos)