Mantan Napi Teroris Sebut ISIS Gunakan Celah Untuk Ciptakan Konflik

Kamis, 10 Agustus 2017

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Mantan narapidana teroris Sofyan Sauri mengatakan, kasus penistaan agama yang menjerat mantan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dijadikan momentum kelompok negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk menjalankan aksi terornya. Menurut Sofyan, konflik yang tengah terjadi di masyarakat kerap dijadikan celah ISIS merapatkan diri untuk melakukan gerakan radikal.

"Kalau ada celah saat konflik, mereka (ISIS) akan merapatkan peluang menutup celah gerakan radikal itu untuk memakan situasi," kata Sofyan seusai Diskusi Kamisan DPP Taruna Merah putih tentang Radikalisme Gaya Baru: Ancaman Bagi Ke-Indonesian di Jakarta Pusat, Kamis (10/8).

Sofyan menuturkan, kasus Ahok yang menyebabkan demo anti-Ahok merupakan momentum digunakan ISIS untuk masuk. Menurut dia, hal tersebut dapat dilihat dari sejumlah orang diduga terkait ISIS.

"Demo Ahok itu sudah banyak yang siap-siap kalau meledak. Sudah ada yang manage cari senjata siapa, yang ini siapa, dan bulan Desember kemarin Densus nangkepin tuh beberapa anak-anak ISIS yang memanfaatkan ikut demo anti-Ahok," ujarnya.

Sofyan menjelaskan, pemerintah sudah mengambil jalan yang tepat untuk mengakhiri konflik dan menutup celah untuk ISIS. "Pemerintah tutup buku di umpetin orangnya jadi tidak lagi, jadi (ISIS) harus cari lagi momentum lagi," tukasnya.

Sofyan mengetahui hal ini dari pengalamannya saat menjadi pelaku (teroris) beberapa tahun tahun lalu. "Kita pengalaman karena kita dulu pelaku," pungkasnya. (mdk)