
INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Sebanyak 12 E-Waroeng yang tersebar di 12 Kecamatan di Kota Pekanbaru sudah diaktifkan. Para pemegang kartu E Waroeung pun kini tak lagi perlu repot-repot membawa uang tunai untuk berbelanja beras dan gula. Sejak diaktifkanya E waroeng, warga cukup membawa kartu seperti kartu ATM lalu menggeseknya di mesin electronic data capture (EDC) yang ada di e warong yang sudah ditetapkan.
Bagi warga miskin yang sudah memiliki Kartu ATM cukup datang ke E Waroeung terdekat lalu menggesekkan kartu ke mesin EDC, kemudian menukarkanya dengan beras dan gula untuk dibawa pulang.
"Di Pekanbaru program ini diluncurkan sejak Februari lalu. Tapi untuk pelaksanaan di lapangan, kita lakukan secara berahap," kata Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Khairani, Selasa (26/9/2017).
Seluruh E Waroeung yang ada di Pekanbaru jumlahnya sebanyak 24 lokasi. Namun sejauh ini baru 12 yang aktif. Dinsos menargetkan, akhir bulan ini seluruh E waroeng tersebut bisa diaktifkan.
"Yang belum diaktifkan itu karena belum ada mesin gesek EDCnya. Mudah-mudah bulan ini bisa kita aktifkan semua," kata Khairani seraya menyebut untuk pengadaan mesin EDC menjadi kewenangan pihak perbankkan yang bekerja sama dalam program ini.
Khairani mengungkapkan, pengurus e-waroeng tersebut dikelola oleh 10 orang yang merupakan warga penerima bantuan. Pengurus e waroeng terdiri dari ketua, sekretaris, bendara dan 7 orang anggota.
"Jadi pengurusnya bukan dari dinas sosial. Kami tugasnya hanya melakukan pembinaan dan pengawasan saja. Termasuk mengawasi apakah beras dan gula yang diberikan keada para penerima bantuan itu layak atau tidak layak," katanya.
Sementara untuk menentukan titik mana saja yang akan dijadikan sebagai e waroeng, menjadi tugas pendamping. Bagi warga yang bersedia menyediakan tempat atau kedainya untuk e waroeng, maka nanti akan diberikan bantuan untuk biaya rehap warung atau rumah tersebut.
"E waroeng itu catnya merah putih dan nanti disiapkan estalasenya (rak penyimpanan barang)," singkatnya. (rtc)