Kisah di Balik Pernikahan Sejenis di Jember, Suara Saiful di Telepon Bikin Fadholi Meleleh

Kamis, 26 Oktober 2017

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Setelah sempat heboh pernikahan sejenis di Sulawesi, kini kembali heboh pernikahan sejenis di Jember, Jawa Timur. Ironisnya, keduanya benar-benar sadar sebagai sesama lelaki.

Bahkan, pernikahan itu pun digelar dengan cukup megah setelah sebelumnya dilangsungkan akad nikah di kantor KUA setempat.

Akibatnya, keduanya pun harus meringkuk di dalam penjara atas cinta terlarang tersebut.

Pernikahan itu digelar Muhammad Fadholi dan Ayu Puji Astutik alias Saiful Bahri pada 19 Juli 2017 lalu.

Dikisahkan, perkenalan kedua pria yang dimabuk asmara itu bermula dari keisengan teman Fadholi yang memberi nomer telepon selulay Saiful.

Bungsu tiga bersaudara pasangan suami istri Samsul dan Nanik itu pun langsung jatuh hati saat mendengar suara mesra Saiful yang saat ini mengaku bernama Ayu.

Merasa cocok, keduanya pun memutuskan menjalin asmara via telepon dan merancang sebuah pertemuan.

Fadholi tampil menjadi pria sejati. Sedangkan Saiful, berdandan menjadi Ayu yang feminim.

“Pertama ketemuan di Mangli, di kampus IAIN Jember,” aku Saiful.

Fadholi yang belum pernah memiliki pacar, rupanya kepincut paras Ayu Saiful yang saat itu berkerudung.

Meski saat kerudungnya dibuka, rambut cepak Saiful menunjukkan bahwa dia seorang pria sama sepertinya, namun keduanya tak peduli.

Karena itu, Saiful alias Ayu tak pernah membawa Fadholi ke rumahnya di Dusun Krasak, RT 2, RW 1, Desa Pancakarya, Ajung.

Setiap mereka ketemuan, memilih jumpa di lapangan Mangli. Sedangkan Fadholi, nekad saja membawa pacar prianya yang sudah berkerudung, ke rumahnya di depan SMK Al Mukmin, Desa Glagahwero, Panti.

Kedua orang tua Fadholi pun menyambut baik Saiful yang berkerudung. Selain sopan, keluarganya memang benar-benar tidak tahu, bahwa Ayu ternyata seorang laki-laki bernama Saiful.

Mereka berdua langsung tinggal serumah, dengan dalih sudah menikah siri. Pengakuan itu disampaikan langsung kakek Fadholi bernama Supan alias Pak Sunati.

Dia mengaku iba, mendengar cerita bahwa Ayu, sudah tidak memiliki orang tua. Terlebih, tinggalnya menggelandang di emperan toko di Pasar Tanjung.

Parahnya, penampilan meyakinkan Saiful sebagai gadis Ayu tak cuma membuat keluarga Fadholi percaya.

Sejumlah tetangga sekitar rumah Fadholi, hampir semua percaya bahwa istri Fadholi seorang perempuan tulen.

“Dia itu baik. Setiap tetangga ada kesusahan dia menolong,” ujar tetangga Fadholi, Erni.

Yang cukup membuat tetangga tak curiga adalah kebiasaan Saiful yang selalu membeli pembalut saat mengaku datang bulan.

Selain itu, dia juga rajin datang ke pengajian muslimatan setempat setiap seminggu sekali dan salat berjamaah juga mengenakan mukena.

Selain penampilan bak perempuan tulen, rupanya Saiful juga pandai memasak. Bahkan, racikan bumbu masakan Saiful, banyak digemari warga sekitar.

“Kalau ada hajatan, Ayu (Saiful, Red) yang memasak. Masakannya enak. Semua kalah,” puji Erni.

Namun, ada pula tetangga yang curiga bahwa Saiful adalah lelaki tulen. Isroni salah satunya, yang menjadi salah satu teman nongkrong Fadholi.

Isroni pun sudah curiga bahwa Ayu adalah waria. Namun dia tak berani bertanya apalagi sampai menegur.

“Tapi teman-teman sering menggoda. Karena perilaku istri Fadholi, terkadang seperti bencong,” katanya.

Akan tetapi, Isroni juga mengaku kadang ragu dengan prasangkanya. Sebab, pernikahan keduanya digelar dengan meriah.

“Kalau di desa, perkawinannya itu istilahnya sudah pesta,” tuturnya.

Sementara Sepupu Fadholi, Iwan Nasir mengakui, resepsi pernikahan Fadholi dan Saiful digelar besar-besaran.

Bukan hanya memasang tenda dengan sound pengeras suara. Karena saat resepsi, keluarga mempelai di Desa Glagahwero, sampai mengundang acara Tota’an Merpati.

Bukan hanya itu. Tamunya pun ramai. Karena orang tua Fadholi, menyebar undangan rokok yang disebutnya Tonjokan. Sebuah tanda bahwa keluarga pengantin, serius mengundang tamu supaya datang ke pesta pernikahan.

Kini, mereka pasrah melihat anaknya dipenjara di sel tahanan Polres Jember, karena diduga memalsu dokumen negara.

Terlebih, menantu yang mereka sayangi karena seorang muslimah, ternyata seorang pria dan saat kerudungnya dibuka, tampak sekali rambuk cepak layaknya pria normal.

Namun mereka tetap berharap, supaya Fadholi dan Saiful Bahri bisa bertaubat dan kembali normal menjadi seorang laki-laki sejati.

 

 

(pojoksatu.id)