Kota Tembilahan Alami Inflasi 0,43 Persen

Ahad, 05 Juli 2015

post

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan Kota Tembilahan saat ini mengalami inflasi sebesar 0,43 persen dari inflasi nasional sebesar 0,54 persen. 

Hal ini diakibatkan adanya kenaikan harga beberapa komoditas yang ada di Tembilahan.

"Inflasi di kota Tembilahan ini terjadi karena pengaruh dari kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya indeks kelompok pengeluaran," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir Sukarwanto Jumat kemarin di Tembilahan.

Dijelaskan, beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan itu di antaranya dari kelompok bahan makanan sebesar 1,23 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,11 persen. Selain itu kenaikan harga juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,12 persen, kemudian untuk kelompok sandang sebesar 0,44 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga juga mengalami inflasi sebesar 0,02 persen, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,02 persen.

"Sedangkan untuk kelompok kesehatan mengalami deflasi sebesar 0,05 persen," ujarnya. Ditambahkan Sukarwanto bahwa laju Inflasi tahun kalender yaitu Juni 2015 terhadap Desember 2014 sebesar 0,71 persen dan laju Inflasi tahun ke tahun dari Juni 2015 terhadap Juni 2014 sebesar 6,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 124,94.

"Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang Inflasi di Tembilahan antara lain cabai merah sebesar 0,09 persen, telur ayam ras sebesar 0,06 persen, udang basah sebesar 0,06 persen, daging ayam ras sebesar 0,04 persen, bawang putih sebesar 0,03; bawang merah sebesar 0,02 persen serta gabungan komoditas lainnya yang mengalami Inflasi sebesar 0,18 persen," paparnya. (*)



Source: halloriau.com