Kasian, 3000 Guru  Inhil  Menderita Karena Honor Tidak di Bayar

Kamis, 02 Juli 2015

post

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan saat ini ada sekitar 3000 guru honor madrasah yang menderita karena sudah enam bulan belum dibayarkan. Hal tersebut  disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Inhil H Azhari melalui Kasi Madrasah, H Jisman Arif, Kamis (2/7). Ia mengaku bingung dan tidak bisa berbuat banyak selain selalu melakukan koordinasi dengan Kanwil Provinsi. Terkait keterlambatan pencairan, Jisman menerangkan ada satu hal penyebab hingga membuat pegawai kantor kewalahan dalam menyelesaikan dalam waktu singkat,yakni disebabkan adanya perubahan pada sistem dan ini berlaku diseluruh Indonesia. “Menurut istilah Menteri keuangan, perubahan sistem itu hanya pada akun. Sebelumnya kita gunakan akun 57, sekarang menjadi akun 52. Perubahan ini mulai diberlakukan pada bulan Mei kemaren,” katanya. Ia sempat mengatakan, rekap RKA dari sejumlah Madrasah di Inhil sebenarnya telah rampung kesuruhan dan telah dikirimnya ke Kanwil Provinsi. Namun dikarenakan sistem baru itu, maka katanya semua rekap diminta ulang kembali dengan tampilan baru. “Kita akui, dari 3500 lebih guru honor Madrasah di Inhil, ada sekitar 3000 guru yang bergantung pada dana BOS dan telah terbaca sekarang mereka sedang dalam keadaan kesulitan,” imbuhnya   Sebelumnya, para guru Honorer Madrasah mengeluh karena tidak kunjung terimas insentif honor. Seperti yanng dikatakan oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Inhil Yasmar Aprilian. “Saat ini guru honor madrasah memang dalam kesulitan jika tidak mau dikatan menderita. Saya Mewakili para guru, sangat mengharapkan pihak terkait untuk segera melakukan pencairan agar mereka bisa bernafas dengan nyaman lagi. Selain itu, proses rekap pencairan dana BOS kedepannnya bisa diselesaikan dengan baik agar tidak terjadi lagi penundaan seperti sekarang ini,”Pungkasnya (Aditya)