Rawan Longsor, Siswa SMAN 1 Enok Tanam Mangrove

Senin, 01 Juni 2015

post

INHILKLIK.COM, ENOK – Puluhan siswa-siswi SMA Negeri 1 Enok menanam bibit mangrove atau bakau dipinggiran Sungai Enok dalam Menyambut Hari Lingkungan Hidup Se Dunia, Sabtu (30/052015).

Kegiatan tersebut juga dilakukan mengingatkan tingkat abrasi di Kecamatan Enok yang semakin mengkwatirkan, setiap tahun selalu mengalami abrasi yang merusak infrastruktur dan tempat usaha serta rumah-rumah warga. Kecamatan Enok merupakan daerah di kabupaten Indragiri hilir yang sangat rawan dengan bencana longsor.

"Penanaman pohon bakau itu mengurangi abrasi pantai yang semakin meluas, erosi dan menjaga stabilitas ekosistem hewan air payau," ungkap Raflis Kuto Guru Geografi SMA N1 Enok.




Menurutnya tersebut jika dibiarkan terus menerus, besar kemungkinan pemukiman warga samakin mengecil, daratan roboh akibat tergerus gelombang air sungai yang semakin meluas dan menjorok kedaratan.

Sebagai Guru Geografi,  Raflis harus mengajarkan kepada anak didinya bagaimana penyebab terjadinya abrasi dan bagai mana selusi yang tepat untuk mencegah meluasnya abrasi dipinggiran pantai.

"Sejak 2013 kami memulai menanam pohon bakau jenis Rhizophora Sp dan Aviacennia Sp, kami menanam tumbuhan bakau ini setiap setahun sekali Menyambut Hari Lingkungan Hidup Se Dunia. Kami berharap pohon-pohon itu bisa berfungsi sebagai penahan dan pencegah gelombang pasang sehingga mengurangi abrasi," tutur Raflis.




Cesar, salah seorang SMA Negeri 1 Enok yang ikut serta dalam kegiatan tersebut menungkapkan ia dan teman-temannyasangat senang mengikuti kegiatan itu, selain sebagai kewajiban praktek mata pelajar sekolah, juga dalam rangka ikut meletarikan. "Melaksanakan pesan dari kakak-kakak kami Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Enok (IMPPEN)," ungkap Cesar.

"Kami berharap tidak hanya guru-guru dan Siswa-Siswi SMA N 1 Enok serta IMPPEN saja yang antusias dalam pelestarian lingkungan, hendak masyarakat Enok ikut serta dalam upaya melestarikan lingkungan, agar Enok dan yang terkandung didalam tetap lestari dan terjaga dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita nanti," tandasna. (martin/ardi)