Putin Turun Tangan saat Pengawalnya Usir Veteran Perang

Jumat, 11 Mei 2018

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin turun tangan saat melihat pengawalnya mengusir veteran perang saat parade militer berlangsung di Red Square. Pensiunan jenderal besar yang sempat didorong pengawal itu ternyata teman lama Putin.

Veteran perang bernama Dmitry Syrkashev, 94, awalnya berjalan mendekati Putin untuk memberikan ucapan selamat atas pelantikannya lagi sebagai Presiden Rusia. Tapi, pengawal Kremlin melarangnya mendekat dan sempat mendorongnya agar pergi.

"Dia (Putin) melihat bagaimana saya hampir diinjak-injak di sana. Dan dia menyelamatkan saya," katanya, Kamis (10/5/2018). "Lalu saya pergi bersamanya ke Makam Prajurit Tidak Dikenal."

Sang veteran mengatakan kepada Putin bagaimana dia menyerbu Konigsberg (sekarang Kaliningrad), membebaskan Smolensk, dan terluka di Belarusia dalam Perang Dunia Kedua saat dia melawan Nazi yang mundur.

"Dia memperlakukan saya dengan cara yang ramah, sangat ramah sekali, jadi saya merasa sangat nyaman dan hangat di dalam," katanya.

Syrkashev mengatakan dia menahan rasa sakit dengan kaki yang terluka untuk menyelesaikan pawai militer bersama Putin menuju Makam Prajurit Tidak Dikenal.

"Anda tahu, saya mengatasi rasa sakit di kaki saya yang terluka, agar tidak gagal, tidak tampak kepada presiden bahwa saya entah bagaimana pun rapuh," ujarnya.

Namun, media Ukraina mengklaim insiden itu dipentaskan untuk membiarkan Putin menyelamatkan seorang veteran berambut putih.
Juru bicara Putin, Dmitry Peskov membantah keras hal ini.

Menurutnya, Presiden Putin telah menegur rincian pengawalnya atas kesalahan itu.

Syrkashev kepada Russia Today mengaku bahwa dia dipanggil untuk dinas militer ketika dia berusia kurang dari 17 tahun. Setelah menyelesaikan pelatihan enam bulan, tentara muda itu dikirim ke medan perang.

Operasi besar pertama Syrkashev adalah ikut ambil bagian adalah Pertempuran Smolensk pada tahun 1943. Dia mendapat medali Bravery atas tindakannya selama operasi itu. Dia juga berpartisipasi dalam serangan musim panas 1944 di Belarus, selama Operasi Bagration. Syrkashev menggambarkan operasi ini sebagai salah satu pertempuran terberatnya.

"Terjadi pertempuran sengit. Saya terluka di sana. Satu peluru menghantam saya di pinggang dan masuk, di samping tulang belakang. Saya pergi ke rumah sakit, dan kembali ke garis depan dalam tiga bulan," paparnya.

Syrkashev juga mengaku sebagai kenalan lama Vladimir Putin."Dia (Putin) bertanya tentang kesehatan saya," katanya.

 

Sumber : viva.co.id