Blunder David De Gea Dibela Mati-matian Jose Mourinho dan Pelatih Spanyol: Dia Pemainku

Sabtu, 16 Juni 2018

INHILKLIK.COM, JAKARTA – Laga grup B Piala Dunia 2018 antara Portugal vs Spanyol diwarnai dengan blunder memalukan David De Gea yang langsung jadi pergunjingan publik.

Tak sedikit yang menilai dan menyamakan De Gea dengan kiper Liverpool Loris Karius dan mantan kiper timnas Inggris Rob Green.

Namun hal memalukan yang dilakukan De Gea itu mendapat pembelaan mati-matian dari pelatih Manchester United Jose Mourinho.

Menurut pelatih asal Portugal itu, blunder dimaksud memang cukup menyakitkan.

Ia pun menyebut momen itu menjadi hal yang tidak biasa dilakukan oleh salah satu pemain andalannya di skuad Setan Merah.

“Saya bersikeras bahwa itu sama sekali tidak biasa,” ujar Mou kepada Russia Today dilansir The Sun, Sabtu (16/6/2018).

David De Gea membuat blunder serupa Loris Karius dan Rob Green di laga Grup B Piala Dunia antaran Portugal vs Spanyol, Sabtu (16/6/2018). Foto: AP

Mou juga tak ambil pusing dengan omongan orang lain yang mem-bully salah satu pemain kesayangannya itu.

“Dia tetap pemainku. Memang menyakitkan, tapi saya yakin dia tahu bahwa itu adalah kesalahan yang buruk,” tegasnya.

Mantan pembesut Real Madrid itu meyakini, blunder tersebut sama sekali tak akan mempengaruhi performa De Gea di laga-laga mendatang.

Kiper Spanyol David De Gea membuat blunder mamalukan tak bisa menhan bola pelan sodokan Cristiano Ronaldo di laga Grup B, Sabtu (16/6/2018)

“Hal yang baik dengan yang terbaik adalah bahwa di pertandingan berikutnya dia akan ada di sana,” tandasnya.

Pembelaan yang sama juga dilakukan pelatih anyar Spanyol, Fernando Hierro yang menjalani debut dengan hasil seri itu.

Hiero pun tak mau menyalahkan De Gea dengan kegagalan mendapatkan 3 poin perdana di fase grup itu.

Cristiano mencetak hatrick di laga Portugal vs Spanyol

Menurutnya, apapun yang didapat La Furia Roja dalam sebuah laga, adalah hasil kerja tim secara keseluruhan.

“Kami adalah tim, kami tahu ada pemain yang akan memiliki hari yang lebih baik dan lebih buruk,” katanya.

Blunder itu, lanjutnya, juga sam sekali tak mempengaruhi penilaiannya terhadap De Gea.

“Dia (tetap) salah satu dari kami, dia tahu betul bahwa seorang penjaga gawang adalah posisi khusus dengan tipe psikologi khusus,” tutupnya.

Spanyol gagal memenangi laga kontra Portuga di laga Grup B di stadion Fisht Olympic, Sochi, Rusia, Sabtu (15/6/2018) dini hari.

Meski sempat dua kali tertinggal, namun La Furia Roja membuktikan mental juaranya dengan berbalik unggul 3-2 sebelum akhirnya menuntasi laga dengan skor imbang 3-3.

Tiga gol Spanyol itu disumbang Diego Costa dan sekali Nacho Fernandes.

Dua gol Costa itu sendiri menjadi penyama skor setelah sebelumnya Spanyol dua kali tertinggal yakni di menit 24 dan 55.

Sedangkan Nacho membayar lunas kesalahannya yang berakibat pada penalti Ronaldo dengan sepakan keras spekulasi di menit 58.

Di sisi lain, megabinta Portugal Cristiano Ronaldo menjadi bintang laga dengan mengemas hatrick di laga tersebut.

Yakni di menit 4 (penalti), 44 dan dua menit menjelang bubaran di waktu normal.

Namun yang menjadi pergunjingan hangat adalah gol kedua yang dicetak pemain Real Madrid itu.

Sebab, saat itu soloran bola dari kakinya sejatinya cukup pelan dan bisa dengan sangat mudah ditangkap De Gea.

Sayangnya, De Gea malah gagal menangkap bola yang nyelonong di bawah kakinya untuk bersarang di jala gawangnya.

Berkat blundernya itu, De Gea pun jadi bahan olok-olok banyak pihak. (pojoksatu)