
post
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Ramadhan sudah dekat dan umat muslim pun akan melakukan ibadah yang tidak bisa dilakukan dibulan-bulan lainnya, seperti puasa dan shalat terawih. Seyogyanya pada bulan mulia ini bisa dijalani dengan nyaman tanpa gangguan. Namun menjelang menghadapi bulan puasa tahun ini, masyarakat Kabupaten Inhil, khususnya yang berdomisili di Kota Tembilahan merasa was-was. Pasalnya, hingga saat ini pasokan listrik dari PLN Rayon Tembilahan masih labil. Bukan hanya pemadaman bergilir tiap dua malam sekali masih tetap berlaku, dalam beberapa hari belakangan ini pemadaman yang tidak dijadwalkan makin gencar terjadi bak pepatah ‘Hidup segan Mati tak mau'. Meski saat hearing antara komisi III bersama unsur pimpinan DPRD Inhil, seperti Dani M Nursalam dan Feriyandi dengan pihak PLN baik dari Area Rengat maupun Rayon Tembilahan, Pihak PLN menjanjikan Bulan Ramadahan bebas pemadaman, nyatanya itu tidak mengurangi kekhawatiran masyarakat. “Melihat kondisi saat ini, kami khawatir kondisi listrik akan tetap berlanjut hingga bulan ramadhan. Pasalnya, beberapa bulan belakangan ini PLN berulangkali menjanjikan akan meningkatkan kinerja, namun hasilnya nihil,” sebut Sani, salah seorang warga Tembilahan, senin (18/5). Hal senada juga diungkapkan oleh, Robi, salah seorang mahasiwa UNISI kepada Inhilklik.com. Menurutnya, kekhawatiran masyarakat tidak akan hilang jika PLN tidak menunjukkan peningkatan pelayanannya dalam waktu dekat. “Bulan ramadahan sudah dekat, sedangkan PLN masih seperti ini. Harapan masyarakat, PLN jangan hanya mengeluh dan membuat janji saja, namun melakukan tindakan nyata dengan perbaikan pelayanannya selama ini. Saya percaya petugas PLN bukan orang bodoh, mereka tentu paham masalah apa yang mereka hadapi. Jika tidak segera ada perbaikan, saya khawatir PLN akan memicu kemarahan masyarakat,” pungkasnya. (Aditya)