 |
| Aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta beberapa waktu silam. (VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin) |
INHILKLIK.COM - Posko Perjuangan Tenaga Kerja Indonesia (Pospertki) di Arab Saudi, menyebut pemerintah Indonesia masih belum beranjak dari janji-janji dan wacana, dalam persoalan perlindungan terhadap buruh migran Indonesia di luar negeri.
Pada pernyataan resmi yang dikeluarkan terkait dengan peringatan Hari Buruh se-Dunia, Jumat, 1 Mei 2015, Pospertki meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat langsung nasib TKI, dengan datang blusukan ke Arab Saudi.
Bagian utama dari tuntutan mereka adalah diselamatkannya WNI yang terancam hukuman mati. "Kami menyayangkan langkah pemerintah terlalu sering berwacana terhadap perlindungan buruh migran Indonesia."
Disebut dalam pernyataan, disebutnya BMI sebagai pahlawan devisa
oleh para elit negeri tidak sesuai fakta, karena ternyata pemerintah hanya menghargai devisanya dibandingkan manusianya.
Kebijakan yang dibuat tidak tepat sasaran, yang menunjukkan tidak pahamnya pemerintah dalam mengatasi permasalahan BMI. Oleh karena itu Pospertki mengeluarkan enam tuntutan, dalam pernyataan sikap mereka.
Selain agar Jokowi melihat langsung nasib TKI Saudi, juga reformasi kementerian luar negeri, kementerian tenaga kerja dan BNP2TKI, agar proaktif dalam memberikan perlindungan, serta pelayanan bagi BMI.
Bukan hanya kritik, Pospertki menyebut juga memberi penghargaan kepada Fadhly Ahmad dan Zainulah Martoyo, dua staf perwakilan RI di Arab Saudi yang dinilai paling cepat, tanggap dan ramah dalam melayani BMI, ungkap Ramida Muhammad, Ketua Umum POSPERTKI Saudi Arabia. (viva)