Selamatkan Kebun Kelapa, Bupati Inhil Harus Tunjukkan Komitmen Nyata

Selasa, 28 April 2015

post

TEMBILAHAN, INHILKLIK.COM – Komitmen, merupakan sebuah hal yang harus dibuktikan oleh bupati Inhil dalam menyelamatkan perkebunan di Kabupaten Inhil. Kebijakan nyata walaupun sedikit lebih berarti bagi masyarakat dari pada retorika belaka.

Masalah kelapa di Kabupaten Inhil jangan hanya di gaung-gaungkan saja, bukan juga dengan melakukan penanaman kelapa di median jalan dan membuat replika pohon kelapa dengan hiasan lampu.

“Sekarang ini masyarakat menjerit meminta dibangunkan tanggul untuk membendung dari derasnya intrusi air laut yang selalu mengintai wilayah kebun kelapa mereka. Mereka butuh bukti yang nyata bukan janji atau sosialisasi program penyelamatan perkebunan kelapa belaka,” Ungkap Edi Gunawan SE, Sekretaris Komisi II DPRD Inhil belum lama ini.

Menurutnya sudah cukup tangis dan jeritan petani kelapa telah tiga tahun terabaikan. Kerusakan perkebunan kelapa saat ini sudah wajib dilaksanakan oleh Pemkab Inhil. Banyaknya perkebunan kelpaa rusak menjadi salah satu pemicu jual beli lahan ke perusahaan marak terjadi di Kabupaten Inhil belakangan ini.

“Bagaimana mereka tidak menjual lahan jika kebun mereka tidak menghasilkan lagi. Petani tidak akan mampu menyelamakan kebun mereka jika tidak ada campur tangan pemerintah karena memang karena itu maka pemerintah itu ada, untuk menjamin keamanan dan kehidupan rakyatnya,” tambahnya.

Kekecewan Edi bukan tanpa alasan, ia bersama anggota DPRD lainya telah berusaha agar pengesahan Anggaran Pendapatan Belanjan Daerah Kabupaten Inhil tahun 2015 dapat disahkan pada bulan November silam. Memasuki penghujung bulan April anggaran untuk pembangunan tanggul belum juga ada tanda akan dimulai.

Selanjutnya ia mengingatkan, jika upaya penyelamatan terus ditunda, maka kerusakan perkebunan kelapa warga hari demi hari semakin meluas dan lebih banyak, dan perkebunan kelapa merupakan jantung perekonomian bagi masyarakat.

"Kerusakan kebun kelapa saat ini sudah sangat  memprihatinkan dan kompleks. Jadi permasalahan ini bukan main-maun, perlu ditanggap serius oleh pemerintah daerah. Bukan lampu kelapa yang diperioritaskan,” Pungkasnya. (aditya)