INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Kepala Desa (Kades) Tanjung Lajau, Kecamatan Kuindra, Rusadi menyebutkan, produktifitas kebun kelapa rakyat mengalami penurunan drastis sejak beberapa tahun lalu, akibat banjir yang melanda disaat air sungai dalam keadaan pasang.
"Kehancuran perkebunan kelapa rakyat, kerusakaan pohon kelapa rakyat ini, awal mulanya disebabkan oleh tanggul penahan air sungai yang jebol karena 'dimakan' usia beberapa tahun lalu," ungkap Rusadi kepada awak melalui sambungan seluler, Sabtu (12/11/2016).
Menurut Rusadi, kini, produktifitas kebun kelapa rakyat di Desa Tanjung Lajau hanya tinggal 30% saja, jika dibandingkan dengan sebelumnya, saat tanggul penahan air masih dalam keadaan baik.
"Tanggul yang jebol ini membuat kebun kelapa itu tenggelam, terendam banjir dikala air sungai pasang atau naik ke permukaan tanah," jelasnya.
Padahal, menurut penuturan Rusadi, salah satu sektor unggulan yang potensial dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Desa Tanjung Lajau berada pada sektor perkebunan, yakni perkebunan kelapa.
Menindaklanjuti kemerosotan hasil perkebunan kelapa ini, Rusadi mengatakan, Pemerintah Desa Tanjung Lajau telah memikirkan berbagai solusi untuk mengatasi kebanjiran ini, yaitu dengan cara membangun kembali tanggul yang jebol. Namun, lanjutnya, dikarenakan biaya yang lumayan besar, maka pihak Pemerintah Desa Tanjung Lajau berinisiatif untuk mendatangkan investor swasta.
"Perbaikan tanggul yang jebol ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Menurut kami, perbaikan tanggul ini tidak dapat ter-cover oleh pihak Pemda Inhil, bahkan Pemda Riau. Kecuali, oleh Pemerintah Pusat, mungkin akan ter-cover keseluruhan dana perbaikan tanggul ini," tutupnya. (HRC)