Kawasan Danau Pulau Basu Terancam, Ribuan Hektar Hutan Ditebang untuk Perkebunan Sawit

Rabu, 15 April 2015

post

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN -Sayangnya, kawasan Pulau Basu atau dikenal juga dengan Pulau Bakung dengan danau eksotiknya 'Danau Mablu' sangat ini sudah rusak, akibat pembabatan hutan untuk pembukaan perkebunan kelapa sawit di daerah ini.  Berdasarkan keterangan dari tokoh masyarakat setempat, saat ini kawasan hutan di sekitar danau yang berada dalam wilayah tiga desa, Desa Sungai Bela, Desa Sungai Berapit dan Desa Panglima Raja ini sudah benar-benar rusak.  "Sangat disayangkan, kondisi kawasan Pulau Bakung yang terdapat danau yang sangat indah ini sudah rusak. Diperkirakan, ribuan hektar kawasan hutan di kawasan ini sudah dibabat untuk perkebunan kelapa sawit oleh PT Indo Green Jaya Abadi," ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Concong, Zulkarnain seperti dilansir riauterkinicom, Rabu (15/4/15).  Tambah Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Inhil ini, saat ini puluhan alat berat bekerja di dalam kawasan hutan Pulau Bakung ini, pihak perusahaan juga membuat kanal-kanal, mulai dari Desa Panglima Raja sampai Desa Sungai Bela.  Disebutkan, habisnya kawasan hutan ini dikarenakan beberapa kepala desa mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) di dalam kawasan hutan yang kalau mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku tidak boleh dialih-fungsikan.  Pembukaan kawasan hutan dan pembuatan kanal ini yang memicu rusaknya ekosistem di sekitar dan dalam danau ini. Kondisi danau juga tidak seperti dulu lagi, sebelum perusahan ini masuk membabat hutan ini.  "Habis bang, kawasan hutan di tempat kami ini sudah rusak, termasuk di kawasan danau tersebut," ujar Budi, warga setempat menceritakan kondisi hutan Pulau Bakung dan danau di dalamnya.  Akibat, pembuatan kanal yang sampai ke kawasan danau tersebut mengakibatkan buaya muara yang selama ini menghuni pulau kecil di tengah danau juga sudah keluar dari habitatnya, kondisi ini dikhawatirkan mengancam penduduk sekitar kawasan hutan ini.  "Saya sudah sampai kepada pak bupati dan orang Dinas Kehutanan, agar kondisi hutan dan danau ini diselamatkan, kalau tidak percaya lihat saja ke lokasi," sebutnya.  Selama ini warga sudah berusaha menyelamatkan kawasan hutan ini dari pembabatan yang mengakibatkan kerusakan seperti saat ini. Namun, alat berat perusahaan terus menebang pohon dan membuat kanal bagi perkebunan sawitnya.  Warga Sungai Berapit, Bujang menerangkan kawasan hutan di desa juga sudah rusak, habis ditebang buat lahan perkebunan kelapa sawit. (riauterkini)