PLN Tak Tepati Janji, Komisi III DPRD Inhil Panggil GM Wilayah Riau dan Kepri

Selasa, 07 April 2015

post

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Krisis listrik yang masih terjadi di kawasan Tembilahan, Tembilahan Kota dan Tempuling, padahal PLN telah berjanji akan normal pada 1 April, membuat Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kembali memanggil pihak terkait, hingga GM Wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi ‎III , Selasa (7/4/2015) yang dipimpin oleh Ketua Komisi III, Iwan Taruna ini, hanya dihadiri oleh perwakilan Asisten Manager Area Rengat serta dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhil. Iwan Taruna mengatakan, pemanggilan GM Wilayah Riau dan Kepri ini untuk mengkonfirmasi mengapa hinga saat ini, krisis listrik masih terus dirasakan masyarakat Tembilahan dan sekitarnya. ''Sesuai janji, pada 1 April sudah surflus 2 Mega Watt, tapi kenyataannya, sampai hari ini, masih defisit, giliran masih jalan,'' tutur Iwan dengan nada kecewa. Iwan juga mengatakan, bahwa pihaknya tidak ingin lagi diberi janji,  tapi kepastian terkait kapan permasalahan krisis listrik ini akan berakhir. ''Menurut saya, saat ini PLN sudah membohongi masyarakat, makanya hari ini kami ingin betul-betul kepastian, kapan masalah ini dapat diatasi,'' tanya Iwan. Sementara itu, Asisten Manager Area Rengat, Arif menjelaskan bahwasanya pihaknya merasa sedikit malu‎ dengan kondisi saat ini, apalagi sudah berkali-kali dipanggil oleh Komisi‎ III DPRD Inhil. ''Kita sudah minta kepada vendor untuk 20 April‎ sudah normal, tapi mereka minta pada 30 April, saya juga tidak bisa menjanjikan kapan ini selesainya, tapi yang jelas, kami tetap terus mendesak pihak vendor,'' tukas Arif. (*)
Source: Goriau.com