
INHILKLIK.COM, JAKARTA - Superstar Paris Saint-Germain, Neymar gagal mewujudkan keinginannya kembali ke Barcelona pada jendela transfer musim panas 2019. Negosiasi yang alot antara Barca dan PSG membuat sang bintang harus gigit jari dan pasrah bertahan di Paris.
Dan kepastian Neymar bertahan di PSG itu mambuat rekan-rekannya semringah. Bukan hanya itu, kabar pemain 27 tahun itu batal hengkang juga jadi bahan bullyan pemain PSG lainnya.
Bintang PSG telah melobi petinggi klub agar dibolehkan kembali ke Barcelona sepanjang musim panas tetapi tidak berhasil.
Meskipun mantan klubnya telah berusaha sekuat tenaga untuk mencapai kesepakatan dengan juara Ligue 1, tapi akhirnya sang superstar akan dipaksa untuk tetap tinggal di Parc des Princes.
Tidak perlu dipertanyakan lagi, Neymar memiliki keinginan kuat untuk bermain bersama Barcelona lagi sesegera mungkin, jadi pasti hanya masalah waktu sebelum saga dihidupkan kembali.
Untuk saat ini, Neymar dijadwalkan untuk musim ketiga di ibukota Prancis, setidaknya sampai jendela transfer musim dingin dibuka lagi pada Januari 2020.
Banyak penggemar yang ingin melihat kembalinya pemain yang mereka anggap sebagai pengkhianat, setelah menampilkan spanduk penghinaan terhadap Neymar pada pertandingan musim ini.
Sementara pemain Brasil itu kemungkinan akan menghadapi masa sulit untuk membalikkan hati para pendukung, posisinya di dalam skuat PSG juga kurang jelas.
Memang pemain seperti Kylian Mbappe dan Marco Verratti sangat dekat dengan Neymar sejak ia bergabung dengan klub, yang menunjukkan ia bukan pemain buangan.
Namun, Sabtu lalu ketika eks Santos itu mengumumkan bahwa ia tidak akan meninggalkan PSG di jendela transfer yang baru saja ditutup, disambut dengan reaksi ‘menggoda’ pemain lain.
Menurut Pemimpin Redaksi RMC Sport Mohamed Bouhafsi, pemain PSG mengejek pesepakbola termahal sepanjang masa dengan mengulangi kata-kata ‘se queda’ (dia tetap) beberapa kali.
Ungkapan tersebut merujuk ketika Gerard Pique memposting foto dirinya dan Neymar di Instagram pada Juli 2017 dengan tulisan ‘se queda’. Lalu beberapa minggu kemudian pindah ke PSG.
Mengingat betapa frustasinya dia karena gagal bergabung kembali dengan Barcelona musim panas ini, mendengar kata-kata itu pasti agak menyakitkan. (pojoksatu)