Bupati Wardan: Kelapa Inhil Diserap Pasar dengan Baik

Rabu, 25 Maret 2015

post

Ilustrasi/Int
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, Muhammad Wardan mengklaim daerah yang dipimpinnya telah mampu menghasilkan buah kelapa sebanyak 9 butir per hari dan diserap baik oleh pasar baik di Inhil hingga ke negeri jiran Malaysia.

"Bila dikalkulasikan dari perkebunan kelapa di Inhil baik yang diproduksi oleh perusahaan di daerah ini maupun dijual ke luar luar negeri, hampir mencapai 9 juta butir per hari dengan hamparan kelapa 429 ribu hektare lebih," papar Bupati Inhil, Muhammad Wardan di Tembilahan, Riau, Selasa.

Ia merinci, dalam satu hari kelapa yang dibeli oleh lima perusahaan yang terdapat di kabupaten tersebut berjumlah sekitar 6 sampai 7 juta butir, sedangkan kelapa yang dijual oleh pedangang pengumpul atau masyarakat setempat mencapai 1 sampai 2 juta butir.

Kondisi tersebut telah dialami oleh petani kelapa di Kabupaten Inhil dalam beberapa tahun terakhir, sehingga harga jual buah kelapa semakin baik terutama di tingkat para petani kelapa dalam atau kelapa jenis hibrida yang harganya di atas Rp2.000 per butir dan cederung semakin tinggi.

Dari data Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil tahun 2014 menyebutkan, daerah tersebut memiliki total 594.202 hekare dengan delapan 10 komoditas andalan hasil perkebunan. Dua diantaranya merupakan kelapa baik kelapa dalam seluas 391.745 hektare atau 65,92 persen dan kelapa jenis hibrida 37.365 hektare atau 6,28 persen.

"Hanya saja kondisinya pada saat ini cenderung terbalik. Dimana harga kelapa sudah mulai baik, tetapi produksi buah kelapa cenderung menurun akibat hamparan kebun mengalami kerusakan seperti terjadinya instrusi air laut, lalu buah kelapa tidak berproduksi lagi dan lain-lain. Inilah yang kita ingin kembalikan," terang Wardan.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi menyatakan para petani kelapa di daerah tersebut sedang menghadapi permasalahan yang cukup serius yakni kebun kelapa milik masyarakat setempat dalam kondisi rusak parah dengan jumlah mencapai 100 ribu hektare.

Ia menyebut, kebun kelapa yang ditanam terutama sepanjang pantai di Inhil dalam kondisi telah rusak akibat intrusi air laut dengan angka mencapai 1.500 kilometer. Sedangkan alat berat yang dikerahkan pemerintah setempat berjumlah 5 unit eskavator, dinilai belum mampu mengatasi masalah yang mendera petani kelapa.

"Alat berat hanya bisa menyelesaikan masalah dalam jangka waktu pendek. Sedangkan dalam jangka waktu panjang, diperlukan tanggul yang permanen kerusakan 100 hektare dari total 429.110 ha lahan kelapa yang 80 persen diantaranya milik petani," ucapnya. (antara)