 |
| Foto: riauterkini.com |
INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Puluhan massa yang tergabung dalam BEM UIN Suska Riau gelar aksi di DPRD Riau. Dalam aksinya, massa mendesak Presiden RI, Joko Widodo agar mengundurkan dirinya sebagai orang nomor satu di Indonesia.
“Hari ini kita melihat berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, janji-janji hanya omong kosong belaka,” kata Said Firdaus, Koordinator Lapangan aksi saat menyampaikan orasinya, Selasa (17/03/15).
Ia pun sempat menyampaikan beberapa persoalan negara yang tidak bisa diatasi pemerintah. Persoalan KPK-Polri yang berlarut-larut membuat para koruptor melenggang bebas karena adanya mispersepsi yang berkembang bahwa terjadinya pelemahan KPK.
Di bidang ekonomi, harga bahan-bahan sembako meningkat tajam karena ketidakjelasan dan semena-menanya pemerintah dalam menetapkan harga BBM sehingga membuat rakyat sengsara, Kurs rupiah mengalami penurunan sepanjang sejarah.
Di bidang energi dan gas masih dikuasai oleh asing, seperti Freeport, Chevron, Blok Mahakan, Blok Rokan dan perusahaan besar asing lainnya sehingga keuntungan tersebut tidak dapat dirasakan rakyat dengan nyata.
Ia pun menyampaikan beberapa tuntutannya, Menjaga kestabilan politik nasional, Mengecam intervensi pemerintah terhadap partai politik, Mendesak nasionalisasi maset dan pemberantasan Mafia Migas, Mendesak penyelesaian masalah KPK-Polri dan mengembalikan kedaulatan KPK dalam pemberantasan korupsi, Mengecam dan mendesak menurunkan harga bahan pokok.
“Kami meminta agar DPRD Riau menyampaikan keluh kesah kami terhadap pemerintah RI agar pemerintah lebih serius memperhatikan hak rakyat,” ungkapnya. Apabila permasalahan ini tidak mampu diselesaikan sampai tanggal 20 Mei, maka pihaknya atas nama rakyat Indonesia mencabut mandat Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden RI.
“Dan harga mati, meminta DPRD Riau menggunakan hak angkatnya untuk memakzulkan Joko Widodo-Jusuf Kalla,” terangnya.
Menanggapi tuntutan massa, Sunaryo, Wakil Ketua DPRD Riau mengatakan, DPRD Riau akan membicarakan persoalan ini dan diteruskan kepada pihak yang terkait. “Kita akan membicarakan ini melalui komisi terkait. Kalau ke pusat, tentunya akan diteruskan ke MD2 kita yang ada di pusat,” ujarnya.
Selain menyampaikan orasinya, massa sempat melakukan sholat jenazah dengan membawa boneka jenazah yang bertuliskan Joko Widodo. (*)
Source: Riauterkini.com