Kampus Jepang Nyontek KKN UGM

Senin, 16 Maret 2015

post

Shizouka University menyontek konsep KKN yang dipakai UGM untuk mengembangkan pendidikan berkelanjutan di Negeri Matahari Terbit. (Foto: dok. UGM)
INHILKLIK.COM, JAKARTA - Biasanya, negara berkembang meniru keberhasilan negara maju. Tetapi kali ini, negara maju seperti Jepang justru mencontek dari Indonesia.

Aksi ini dilakukan oleh Shizouka University. Mereka berniat mencontek program Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang rutin digelar Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dekan Fakultas Pendidikan Shizouka University Prof Oshamu Omizawa mengaku sangat tertarik dengan program tersebut karena bisa menjadi inti dari Education for Sustainable Development (ESD). Bahkan, mereka berencana memasukkan konsep KKN ke dalam kurikulum pendidikan 2016 dengan menggabungkan konsep ESD dan pendidikan di abad ke-21.

"Kami harus mengubah segalanya dalam sistem pendidikan kami. Namun, yang paling penting adalah mendidik dosen yang akan mengajarkan kepada anak-anak," ujar Omizawa seperti disitat dari laman UGM, Selasa (17/3/2015).

Sementara itu, menurut Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM Prof Suratman, UGM memang menjadi kampus pelopor dalam kegiatan KKN. Setiap tahun, UGM rata-rata menurunkan 7.500 mahasiswa dalam program yang digelar di penjuru Indonesia tersebut.

Dia menjelaskan, program KKN-PPM UGM mengusung filosofi pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yaitu "Hamemayu Hayuning Bawono". Filosofi ini mengedepankan tiga prinsip yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan manusia.

"Saya berharap rekan-rekan dari Jepang juga bisa mempelajari 'Hamemayu Hayuning Bawono' merupakan konsep ESD dari masyarakat DIY," tuturnya. (Okezone)