Akademisi Sebut Pembangunan di Inhil Banyak Tidak Terencana

Senin, 16 Maret 2015

post

Ilustrasi
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Pelaksanaan pembangunan yang ada di Indragiri Hilir kebanyakan tidak dimulai dengan proses perencanaan dan penelitian yang baik serta pengkajian yang ilmiah. Akibatnya, banyak pembanguan terutama pembangunan infrastruktur yang hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapan.

Pernyataan itu disampaikan akademisi dari Universitas Islam Indragiri, DR Indra Yasir,SPd,MPd, baru-baru ini. Menrut Indra, proses pembangunan yang dilakukan di Inhil kebanyakan tidak berdasarkan analisis penelitian yang baik dan benar. Hal ini, menurut Indra, diakibatkan masih rendahnya tingkat Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Indragiri Hilir.

Menurut Indra Yasin, indikasi atau tolok ukur terhadap pelaksanaan pembangunan yang tidak terencana dengan sistem penelitian dan pengkajian imiah tersebut yaitu adanya dampak negatif yang ditimbulkan dari hasil pelaksanaan pembangunan tersebut, seperti fisik proyek yang kurang bagus dan cepat hancur. Ini diakibatkan oleh arah penelitian yang kurang tajam
yang hasilnya seringkali diluar dugaan.

"Hasil yang dicapai yang terjadi di luar dugaan, itu satu bentuk kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Contohnya, proyek jalan yang kurang analisis membuat proyek tersebut umurnya sebentar saja dan cepat hancur. Tanah kita jelas labil, tapi dibangun juga aspal seperti itu. Inikan sia-sia, karena akan bakal hancur lagi. Menghabiskan duit saja kan," ujar Indra Yasin.

Artinya, kata Indra, bentuk pembangunan seperti apa yang cocok untuk dilaksanakan di tanah seperti wilayah Kabupaten Inhil ini, itu harus dilakukan dengan tahapan kajian-kajian yang ilmiah yang secara keilmuan dapat dipertanggungjawabkan. Jika tidak, maka hasilnya selalu saja sia-sia seperti yang sering terjadi. Sayangnya pihak pemerintah  tdiak mengambil pelajaran dari kenyataan itu.

"Tanah Inhil yang seluruhnya dilingkari oleh air tentu strukturnya tidak sama dengan tanah yang ada di tempat lain, seperti di Kampar atau Pekanbaru, misalnya. Nah, oleh karenanya, konsep pembangunannya tentu harus beda pula dan jangan sama. Kalau sama, inilah hasilnya, banyak aspal kita yang cepat hancur dan cor jalan kita juga demikian," ungkap dosen UNISI ini.

Seberat apa kendaraan yang akan lewat dan seperti apa bentuk pembangunan jalan yang dibutuhkan, itu semua butuh kajian-kajian yang ilmiah. "Jadi semua harus sesuai kebutuhan dan semuanya harus terencana dengan ukuran kajian-kajian yang ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan. Artinya semuanya harus terukur. Inilah nampaknya yang tidak kita lakukan,"ujar akademisi ini lagi.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Alimuddin RM,SH,MP ketika dimintai tanggapanya perihal penialaian DR Indra Yasin tersebut mengatakan hal itu tidak benar. Sekda membantah bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah selama ini tidak dilakukan dengan proses kajian dan penelitian yang baik dan benar.

"Tidak mungkinlah pembangunan yang kita lakukan selama ini tidak dengan kajian dan penelitian, itu tidak mmungkin. Semuanya pasti dengan perencanaan dan penelitian yang baik. Mana ada proyek pembangunan tidak melalui perencanaan. Semuanya pasti melalui perencanaan. Jadi tidak benar itu seperti itu," bantah Alimuddin. (Halloriau)