
post
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Mengenai kegiatan Color Fun Seribu Parit yang dilaksanakan pada Minggu (08/02/ 2015) lalu di Lapangan Gajah Mada, Tembilahan terus menjadi perhatian dan pembincangan publik.
Color Fun yang banyak mendapatkan hujatan ataupun keritikan dari berbagai kalangan terutama keritikan dimedia sosial yang menyatakan bahwa acara tersebut tidak ada sisi positifnya dan hanya mempertontonkan kemolekan tubuh.
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Marhaenis Unisi ikut menyoroti kegiatan yang dinilai sangat tidak menghargai adat dan budaya masyarakat setempat.
Senada dengan para Netizen di Sosmed, GMNI Juga memberikan kritikannya terkait acara tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisariat Marhaenis Unisi Bung Dedek Pratama kepada inhilklik.com disela-sela diskusi mingguan yang dilakukan GMNI Komisariat Marhaenis Unisi.
Menurut Dedek kegiatan Color Fun tersebut telah menodai marwah Kota Tembilahan sebagai Kota Ibadah.
"Sungguh Sangat memperihatinkan sekali acara itu dilakukan di kota ini karena inhil terkenal dengan julukan Kota Ibadah dan jelas itu bukan budaya kita, Bukan budaya bangsa timur" Ujarnya.
Dedek menambahkan acara tersebut tidak relevan dengan program-program yang di gaungkan pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir seperti Gerakan magrib mengaji, dan gemar bersalawat.
"Tidak sedikitpun kegiatan tersebut mencerminkan kalau Tembilahan merupakan Kota Ibadah " ulangnya dengan tegas. (Aditia)
Ket foto: Acara Color Fun Seribu Parit di Lapangan Gajah Mada Tembilahan.
Sumber Foto: Facebook (Anita Sahara)