 |
| Pelajar Muslim/Okezone |
INHILKLIK.COM - Kemampuan akademik wanita nyatanya mengalahkan laki-laki di berbagai negara di seluruh dunia. Walaupun wanita kerap menghadapi problem ketidaksetaraan gender baik dibidang politik, ekonomi, maupun sosial.
Laporan terbaru Dr. Gijsbert Stoet dari Universitas Glasgow dan David C. Geary dari Universitas Missouri menemukan fakta bahwa performa para siswi SMA lebih baik dari para pelajar laki-laki dalam sebuah ujian berstandar internasional, yaitu Programme for International Student Assessment (PISA). Penelitian dilakukan kepada para pelajar di lebih dari 52 negara.
Riset ini dilakukan untuk mencari tahu hubungan antara penghargaan akademik dan level ketidaksetaraan gender. Asumsi yang dimunculkan, prestasi para siswi di negara di mana mereka diperlakukan tidak adil, akan jeblok.
Namun, faktanya, hasil penelitian menemukan bahwa para pelajar perempuan konsisten mengalahkan kemampuan laki-laki selama sepuluh tahun belakangan ini, terlepas dari perlakuan tidak adil di negara tempat mereka tinggal. "Dibanyak negara, wanita tidak diizinkan melakukan banyak hal, tapi yang menarik bahkan wanita jauh lebih baik ketika di sekolah," ungkap Geary, seperti dikutip dari Huffington Post, Sabtu (7/2/2015).
Programme for International Student Assessment (PISA) mulai dijalankan sejak tahun 2000. Pada tahun 2009, hasil penelitian menyatakan, performa pelajar perempuan wanita lebih baik dari murid laki-laki dalam berbagai bidang, kecuali matematika.
“Kesimpulannya laki-laki lebih unggul dalam bidang matematika. Sedangkan 95 persen dari seluruh anak-anak di dunia, laki-laki tertinggal jauh dari wanita,” ujar Geary.
Geary khawatir mengenai implikasi studi tersebut pada meningkatnya pasar tenaga kerja yang kompleks. Khususnya di negara-negara berkembang. Dia mengatakan, banyak laki-laki yang akan menjadi dewasa dengan hanya menguasai beberapa skill pekerjaan. "Jika disuatu negara memiliki jumlah laki-laki lebih besar, kejahatan meningkat, termasuk kekerasan," terangnya.
Geary berharap temuannya ini bisa meningkatkan perhatian terhadap anak-anak yang tertinggal. "Masalah anak-anak diabaikan. Ini adalah masalah serius di seluruh dunia. Ini belum ditangani dan harus dicari tahu mengapa dapat terjadi,” pesannya. (Okezone)